Rabu, 15 April 2026

BGP Papua Gelar Seminar Internasional

Meriahkan Hari Anak Nasional, BGP Papua Gelar Seminar Internasional

Kepala BGP Papua, Fatkurohmah mengatakan, seminar ini dilatarbelakangi dari beberapa permalasahan yang dihadapi di sekolah.

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Lidya Salmah
Tribun-Papua.com/ Hendrik
Foto bersama dalam seminar internasional "insclusive Teaching Suporting All Students in the Classrom yang digelar Balai Guru Penggerak Provinsi Papua di salah satu Hotel di Sentani, Kabupaten Jayapura,Senin (22/7/2024). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Dalam rangka memeriahkan Hari Anak Nasional 23 Juli 2024, Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Papua menggelar seminar internasional "insclusive Teaching Suporting All Students in the Classrom di salah satu Hotel di Sentani, Kabupaten Jayapura,Senin (22/7/2024).

Pada kesempatan itu, Kepala BGP Papua, Fatkurohmah mengatakan, seminar ini dilatarbelakangi dari beberapa permalasahan yang dihadapi di sekolah.

"Jadi melalui seminar ini untuk menjawab permasalahan di sekolah tentunya dalam upaya memfasilitasi pembelajaran bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus," ujar Fatkurohmah kepada wartawan.

Baca juga: KESERUAN Ratusan Siswa di Sentani Tunggu Kedatangan Presiden Jokowi di Jalan Masuk Bandara Sentani

Dia mengatakan, selain seminar pihaknya juga melakukan sosialisasi agar guru dapat memfasilitasi anak-anak yang berkebutuhan khusus di sekolah.

"Di mana anak kebutuhan khusus itu juga berada. Kami juga berharap, pendidikan inklusif ini tidak hanya ada di Sekolah reguler tapi mesti ada di sekolah luar biasapun juga harus ada," ungkapnya. 

Menurut Fatkurohmah, pembelajaran pendidikan inklusif mesti ada.

"Jadi memang setiap anak kita harus akui bahwa,memiliki kemampuan dan karakter yang berbeda-beda itu yang harus diketahui bagi guru-guru semua."

"Kami harapkan materi lewat seminar ini tersosialisasikan tentang pendidikan inklusif itu seperti apa. Kami juga berharap ada pengambil kebijakan menindaklanjuti pendidikan inklusif itu merata," sambung dia.

Baca juga: Peduli Lingkungan, Astra Motor Libatkan Pelajar SMA Negeri Bali Mandara Tanam Ratusan Pohon

Lanjut Fatkurohmah, pihaknya sangat berharap seminar yang dilakukan untuk beberapa guru saja mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti.

"Atau bisa juga menginspirasi bagi dinas untuk melakukan hal yang sama, yakni meningkatkan kompetensi guru dalam menangani pembelajaran anak yang berkebutuhan khusus," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Prof David Evans dari University of Sydney Australia mengatakan, untuk pendidikan inklusif memang menekankan poin penting untuk semuanya.

"Siapapun siswanya, apapun latarbelakangnya semua mendapatkan partisipasi yang sama dan mereka dapat kebutuhan yang sesuai dengan kebutuhanya," katanya.

Dia berharap, semoga guru yang ikuti sosialisssi ini dapat menerapkan dan mengaplikasikan.

"Apa yang disampaikan oleh saya dan guru-guru bisa meningkatkan lagi pendidikan inklusif itu dan lebih mengaungkan dan menyuarakan betapa pentingnya pendidikan inklusif," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved