Jumat, 17 April 2026

Info Jayawijaya

Pemerintah Jayawijaya Mulai Gelar Pasar Murah di Distrik-distrik Pinggiran

Pasar murah merupakan upaya stabilisasi harga pangan, termasuk pengendalian inflasi yang tinggi di Jayawijaya.

Penulis: Marius Frisson Yewun | Editor: Lidya Salmah
Tribun-Papua.com/Fritson Yewun
Kegiatan Pasar Murah yang dilakukan di Distrik Asologaima pekan ini. Foto: Marius Frisson Yewun. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marius Frisson Yewun.

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA- Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan mulai menggelar pasar murah di distrik - distrik pinggiran dari pusat ibu kota kabupaten.

Kegiatan itu sudah dimulai dari Distrik Bolakme dan Distrik Asologaima.

Penjabat (Pj) Bupati Jayawijaya Thony Mayor mengatakan, pasar murah yang mereka gelar adalah bentuk pelayanan kepada masyarakat yang sulit mendapatkan akses transportasi ke pusat kota untuk berbelanja kebutuhan.

"Program ini sudah dilakukan beberapa tahun lalu hanya saja masyarakat di pinggiran kota tidak pernah tahu dan mungkin hanya tahu jika program ini hanya dilakukan di Kota Wamena, padahal kita di Jayawijaya ada 40 distrik," kata Thony di Wamena, Selasa, (17/9/2024).

Baca juga: Pemkab Jayawijaya Kumpul Kepala Puskesmas, Ini yang Dibahas

Berbagai kebutuhan yang disediakan di pasar murah berasal dari program tol udara sehingga pemerintah mengharapkan barang-barang subsidi itu dinikmati seluruh masyarakat.

"Ini barang subsidi pemerintah sehingga harus dijual dengan harga murah, jangan bisnis dan kami akan evaluasi program ini sebab selain sembako ada juga bahan bangunan seperti semen subsidi," katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jayawijaya I Made Putra mengatakan, pasar murah merupakan upaya stabilisasi harga pangan, termasuk pengendalian inflasi yang tinggi di Jayawijaya.

Pasar murah yang sudah dua kali digelar melibatkan Perum Bulog Wamena, dua pengusaha tol laut dan tol udara. Sembilan bahan pokok yang dijual adalah beras 5 kilogram Rp67 ribu, gula pasir satu kilogram Rp15 ribu, minyak goreng satu liter Rp12 ribu, garam Rp5 ribu dan mie instan Rp3ribu per bungkus.

Baca juga: Pemkab Jayawijaya Gelar Rapat Koordinasi Pengadaan Air Bersih, Ini Penjelasan Pj Bupati Sumule

Jika masyarakat berbelanja di luar dari pasar murah, harga sembako sangat berbeda jauh.

 Misal beras 5 kilogram di Wamena, Pusat Kota Jayawijaya dijual Rp100 ribu lebih, gula pasir Rp30 ribu per kilogram, minyak goreng Rp20 ribu per liter.

 Harga ini akan jauh berbeda dengan harga yang ditetapkan oleh pedagang di luar pusat kota seperti Distrik Bolakme, Distrik Asologaima dan beberapa distrik lain. (*)

 

 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved