Sabtu, 11 April 2026

Harga Emas Dunia

Sentuh Level Termahal Sepanjang Masa, Harga Emas Dunia Kian Dekati 3.000 Dollar AS Per Ons

Adapun dalam sebulan terakhir harga emas naik 5,82 persen, sedangkan dalam seminggu terakhir ini naik 3,28 persen.

Editor: Lidya Salmah
istimewa
Ilustrasi emas batangan, logam mulia. Penyebab harga emas naik turun. Naik turunnya harga emas. Penyebab naik turun harga emas.(SHUTTERSTOCK/VLADKK) 

TRIBUN-PAPUA.COM- Harga emas dunia mencapai rekor termahal sepanjang masa pada akhir perdagangan Kamis (26/9/2024) waktu setempat atau Jumat (27/9/2024) pagi.

Kebijakan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) telah memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga emas.

Mengutip CNBC, harga emas di pasar spot ditutup di level 2.673,06 dollar AS per ons pada perdagangan kemarin, naik 0,6 persen dari hari sebelumnya, yang sekaligus menjadi rekor termahal sepanjang masa.

Kemudian untuk harga emas berjangka Comex New York Exchange untuk pengiriman Desember terpantau naik sekitar 0,4 persen ke level 2.695,8 dollar AS per ons.

Harga emas batangan sudah naik lebih dari 29 persen sepanjang 2024, dan beberapa kali memecahkan rekor harga tertinggi.

Adapun dalam sebulan terakhir harga emas naik 5,82 persen, sedangkan dalam seminggu terakhir ini naik 3,28 persen.

Baca juga: CEK Harga Emas Antam Terbaru Selasa 23 Juli 2024

Tren kenaikan tersebut didorong oleh kebijakan pemangkasan suku bunga AS, permintaan yang tinggi pada logam mulia sebagai instrumen safe haven, dan pembelian yang kuat oleh bank-bank sentral.

Pada pekan lalu, 18 September 2024, The Fed memutuskan memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,75-5,00 persen.

Pelaku pasar kini melihat masih adanya peluang 63 persen untuk The Fed kembali menurunkan suku bunga 50 basis poin (bps) pada November 2024 mendatang, menurut data CME FedWatch.

Ketua Fed Jerome Powell pun akan memberikan pidato pembukaan dalam sebuah konferensi di pekan ini, termasuk pula Presiden Fed New York John Williams dan Wakil Ketua Fed untuk Pengawasan Michael Barr.

Pernyataan para pejabat The Fed itu akan menjadi petunjuk bagi pelaku pasar terkait arah kebijakan moneter ke depan, terutama soal penurunan kembali suku bunga acuan.

"Komentar Powell akan dicermati untuk indikasi tentang seberapa dalam pemangkasan lebih lanjut. Sebenarnya ini hanya masalah waktu (realisasi penurunan suku bunga lebih lanjut), bukan apakah akan terjadi (penurunan suku bunga)," ucap analis independen Ross Norman.

Ketua Fed Jerome Powell pun akan memberikan pidato pembukaan dalam sebuah konferensi di pekan ini, termasuk pula Presiden Fed New York John Williams dan Wakil Ketua Fed untuk Pengawasan Michael Barr.

Pernyataan para pejabat The Fed itu akan menjadi petunjuk bagi pelaku pasar terkait arah kebijakan moneter ke depan, terutama soal penurunan kembali suku bunga acuan.

"Komentar Powell akan dicermati untuk indikasi tentang seberapa dalam pemangkasan lebih lanjut. Sebenarnya ini hanya masalah waktu (realisasi penurunan suku bunga lebih lanjut), bukan apakah akan terjadi (penurunan suku bunga)," ucap analis independen Ross Norman.

Adapun perak, yang berfungsi baik sebagai aset investasi safe haven maupun bahan utama dalam aplikasi industri, telah mengalami kenaikan harga lebih dari 36 persen di sepanjang 2024. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved