Penembakan di Puncak Jaya
OPM Akui Tembak Mati Briptu Kiki Supriyadi di Puncak Jaya, Lekagak Telenggen Pimpin Serangan
Komandan Operasi Umum TPNPB Lekagak Talenggen bersama pimpinan Kodap Yambi, Jonib Enumbi disebut turun memimpin serangan terhadap polisi.
Penulis: Paul Manahara Tambunan | Editor: Paul Manahara Tambunan
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) - Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyatakan bertanggung jawab atas tewasnya Briptu Kiki Supriyadi dalam sebuah serangan mendadak di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah pada Kamis (26/9/2024).
Briptu Kiki Supriyadi merupakan anggota polisi yang bertugas di Polsek Ilu di Kabupaten Puncak Jaya.
Komandan Operasi Umum TPNPB Lekagak Talenggen bersama pimpinan Kodap Yambi, Jonib Enumbi disebut turun memimpin penyerangan terhadap polisi di wilayah itu.
"Lekagak Talenggeng bersama Kodap Yambi, Jonib Enumbi siap bertanggung jawab dalam penyerangan tersebut yang mengakibatkan dua pasukan militer Iindonesia terkena tembak," kat Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby kepada Tribun-Papua.com, Sabtu (28/9/2024).
Lekagak Talenggen, lanjut Sebby, menyerukan agar seluruh pasukan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan se-Tanah Papua untuk segera menyapkan senjata dan amunisi demi merebut kemerdekaan bangsa Papua dari pemerintah Indonesia.
Sebby menyerukan kepada seluruh masyarakat Papua agar mempertahankan tanah kelahiran dari penguasaan Pemerintah Indonesia.
Masyarakat Papua juga diajak untuk melancarkan perlawanan.
Baca juga: Organisasi Papua Merdeka Tembak Anggota Polisi di Puncak Jaya, Briptu Kiki Supriyadi Gugur
"Sebab pemerintah Indonesia datang ke Papua hanya untuk merusak semua aspek kehidupan masyarakat pribumi dengan mengambil alih seluruh hasil bumi dari emas, tembaga, nikel, besi bahkan mencuri hasil laut orang Papua tanpa menjamin hak-hak masyarakat adat di tanah Papua," kata Sebby.

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebutan polisi bagi OPM disebut menembak Kiki Supriyadi pukul 17:00 WIT, saat korban saat dalam perjalanan di sekitar Sungai Mapa, Distrik Waegi.
Setelah penembakan, aparat TNI-Polri langsung merespon dengan cara mendatangi lokasi kejadian .
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo membenarkan kejadian tersebut.
"Benar satu personel Polsek Ilu Briptu Kiki Supriyadi, gugur dalam tugas," jelas Ignatius Benny dalam rilis diterima Tribun-Papua.com, Jumat (27/9/2024).
Ia mengatakan, kronologi kejadian yang mengakibatkan gugurnya satu anggota polisi, Briptu Kiki Supriyadi, penyerangan terjadi saat personel Polsek Ilu sebanyak 4 orang kembali dari Kota Mulia.
Saat itu personel melintasi kali Pagargom Distrik Kalome Kabupaten Puncak Jaya.
Kejadian bermula saat personel berboncengan menggunakan dua motor melintasi kali Pagargom.
"Jadi tiba-tiba terdengar 3 (kali) bunyi tembakan dari arah belakang," ungkapnya.
Saat itu Briptu Kiki Supriyadi berada di bagian belakang tertembak menyebabkan dirinya terjatuh namun saat hendak menolong, 3 personel tersebut dikejar oleh pelaku menggunakan motor.
Baca juga: Jenazah Briptu Kiki Supriyadi Dievakuasi ke Jayapura, Korban OPM Akan Dimakamkan di Keerom
"Setelah menerima informasi adanya penembakan, Polsek Ilu kembali ke lokasi guna mengevakuasi jenazah Briptu Kiki Supriyadi,” tuturnya.

Sementara Kapolres Puncak Jaya AKBP Kuswara menyatakan bahwa, pihaknya sedang melakukan penyisiran dan penyelidikan terkait kasus tersebut.
Tindakan tegas akan diambil terhadap pelaku yang bertanggung jawab atas penyerangan tersebut.
"Kami akan mengejar pelaku atau kelompok yang bertanggung jawab atas aksi ini. Mereka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku."
"Kami juga tengah meningkatkan pengamanan di seluruh titik di Kabupaten Puncak Jaya guna menghindari adanya hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.