Selasa, 5 Mei 2026

Info Jayawijaya

Pj Bupati Thony Mayor: Jayawijaya Miliki Banyak Potensi Wisata Tapi Minim Keamanan

Sayangnya, karena minim keamanan sehingga membuat wisatawan jarang berkunjung ke kabupaten induk di Provinsi Papua Pegunungan tersebut. 

Tayang:
Penulis: Marius Frisson Yewun | Editor: Lidya Salmah
istimewa
Pj Bupati Jayawijaya Thony Mayor (duduk paling kanan) bersama beberapa pejabat Jayawijaya mengunjungi objek wisata. Istimewa 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marius Frisson Yewun

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA- Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, tak dipungkiri memiliki banyak potensi wisata alam terbuka yang menarik untuk dikunjungi masyarakat.

Sayangnya, karena minim keamanan sehingga membuat wisatawan jarang berkunjung ke kabupaten induk di Provinsi Papua Pegunungan tersebut. 

Penjabat (Pj) Bupati Jayawijaya, Thony Mayor mengatakan, jika keamanan di wilayah pinggiran kota terjamin, maka objek-objek wisata akan ramai dikunjungi dan memberikan pendapatan kepada masyarakat sekitar.

"Orang bisa berkunjung kalau ada keamanan. Keamanan itu penting untuk kita wujudkan bersama," kata Thony di Wamena, Senin, (30/9/2024).

Baca juga: Harga Gula di Bolakme Jayawijaya Tembus Rp50 Bibu Per Kg

Thony mengakui warganya yang berada di pusat kota terkadang membutuhkan tamasya ke luar kota, namun mereka takut.

Alhasil, ketakutan itu membuat mereka hanya bertamasya di seputaran kota.

"Masyarakat di kota itu selalu jenuh dengan kebisingan, biasa mereka ingin berlibur ke luar kota hanya masalah keamanan,"aku Thony. 

Disebutkan, beberapa objek wisata yang sangat bagus dikunjungi misalnya Pasir Putih di Distrik Pisugi, Hutan Pinus Isakusa, dan Hutan Pinus Welput di Distrik Walelagama yang baru saja diresmikan pada September 2024.

Baca juga: 5 Pesan Penting Velix Vernando Wanggai saat Membuka Rakerkesda di Kota Wamena 

Beberapa lokasi ini cukup aman untuk wisata keluarga.

Hanya saja letaknya berada di luar kota sehingga masyarakat takut dipalang saat dalam perjalanan menuju objek-objek wisata itu.

Biaya kunjungan di lokasi wisata juga menjadi imbauan pemerintah bagi pengelola objek wisata.

Baca juga: Pengembalian Benda Budaya Papua Pegunungan dari Amerika Terancam Batal, Pemerintah Diminta Proaktif

Sebab, terkadang harga kunjungan objek wisata berbeda-beda antara pengunjung.

"Banyak turis mengeluh karena selama ini kita tidak konsisten soal harga. Nanti kalau lihat orang luar, kasi harga naik oleh karena itu saya minta harga harus kasi sama, konsisten berlaku untuk semua. Jangan kita pilih-pilih orang sehingga orang bantu promosi,"beber Thony. 

"Sekarang hutan kota yang orang lebih banyak datang adalah Isakusa karena harganya terjangkau. Kalau mahal, hari ini orang datang, besok sudah tidak datang,"timpal dia.

Masyarakat pusat kota terkadang takut pergi ke pinggiran kota akibat takut aksi jambret maupun pemalangan yang dilakukan oleh oknum-oknum orang mabuk. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved