PT Freeport Indonesia
Freeport Produksi 50 ton emas batangan Papua setiap tahun
Dengan adanya smelter itu, produksi konsentrat tembaga dari Papua tidak dilakukan di luar Indonesia.
Penulis: Marius Frisson Yewun | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marius Frisson Yewun
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - PT Freeport Indonesia (PTFI) akan memproduksi 50 ton emas batangan Papua setiap tahun, menyusul telah diresmikannya Smelter tembaga di Gresik, Jawa Timur.
Vice President Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Katri Krisnawati di Kota Jayapura, Kamis, (14/11/2024), mengatakan bukan saja emas yang dihasilkan oleh perusahaan yang beroperasi di Papua Selatan itu.
"Nanti dari smelter ini, kita diperkirakan dapat menghasilkan 1 juta ton katoda tembaga, 50 ton emas batangan dan 200 ton perak serta berbagai logam mulia lainnya," katanya.
Baca juga: PT Freeport Indonesia Gelar Media Gathering 2024 Bersama Jurnalis di Kota Jayapura
Dengan adanya smelter itu, produksi konsentrat tembaga dari Papua tidak dilakukan di luar Indonesia.
"Dengan beroperasinya smelter di Gresik maka PTFI mengelola tambang tembaga terbesar di dunia. Kami menjadi perusahaan tambang terintegrasi dari hulu ke hilir terbesar di dunia, dari Papua untuk Indonesia," katanya.
Katri Krisnawati bersama tim hadir di Kota Jayapura, Papua dalam rangka kegiatan media gathering. Kegiatan ini berlangsung di Kawasan Wisata Pantai Hamadi.
Baca juga: PT Freeport Indonesia Gelar Media Gathering 2024, Katri Krisnati: Integritas Sangat Penting
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 16:12 WIT itu, ratusan reporter, termasuk pendiri media maupun para pimpinan redaksi media, seperti Victor Mambor, Kris Ansaka, Lukcy Ireuw, termasuks Tribun-Papua.com, Choiruman. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/tambang-grasberg-mine-di-kabupaten-mimika-papua-yang-dikelola-oleh-pt-freeport.jpg)