Info Jayapura
Angka Stunting Kabupaten Jayapura per Desember 13,65 persen
Sementara angka stunting berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2023 di wilayah setempat berada di angka 26,9 persen.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Angka prevalensi stunting di Kabupaten Jayapura pada akhir Desember tahun 2024 mencapai 13,65 persen.
Angka ini berdasarakan hasil penginputan dalam sistem elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM).
Sementara angka stunting berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2023 di wilayah setempat berada di angka 26,9 persen.
Demikian disampaikan Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Edward Sihotang di Sentani, Distrik Sentani, Senin (16/12/2024).
Baca juga: Angka Stunting di Kabupaten Jayapura Masih Tinggi: 13,3 persen dari Hasil Pengukuran 1.006 Balita
Edward menyebut angka 13,65 persen dengan melakukan pengukuran terhadap 1.006 bayi dan balita di Kabupaten Jayapura.
Angka ini mengalami kenaikan hingga 13,63 persen dari angka 11,7 persen.
Perbandingan data e-PPGBM memang masih belum optimal, maka pendekatan data stunting melalui SSGI dipakai pemerintah pusat untuk mendapat kondisi status gizi daerah.
Saat ini Dinkes Kabupaten Jayapura masih menunggu hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 di bulan November hingga Desember.
"(Tim) mereka sudah berjalan sementara masih menunggu hasil pemeriksaan reel di lapangan," kata Edward.
Edward mengatakan, intervensi stunting di Kabupaten Jayapura telah di lakukan dengan pemberian makanan bergizi bagi anak kurang gizi, stunting, dan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Sekertaris-Dinas-Kesehatan-Kabupaten-Jayapura-Edward-Sitohang-dfgdfg.jpg)