Rabu, 8 April 2026

Kisah Sandera Mapenduma

Mengenang 29 Tahun Krisis Sandera MAPENDUMA: Luka Mendalam di Bumi Cenderawasih

Pada 8 Januari 1996, sebuah ekspedisi ilmiah yang bertujuan mendokumentasikan keanekaragaman hayati di Papua berubah menjadi tragedi.

Editor: Lidya Salmah
istimewa
Tampak para peneliti yang disandera OPM Pimpinan Kelly Kwalik 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA-  Pada 8 Januari 1996, sebuah ekspedisi ilmiah yang bertujuan mendokumentasikan keanekaragaman hayati di Papua berubah menjadi tragedi.

Tim Ekspedisi Lorentz 95 yang terdiri dari 26 anggota , yang tengah menjalankan misi di Mapenduma, Jayawijaya, Papua Pegunungan (dulunya Irian Jaya, red) disandera oleh kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kelly Kwalik

Penyanderaan selama 130 hari ini menjadi salah satu babak paling kelam dalam sejarah konflik di Papua.

Operasi pembebasan oleh Tim Kopassus yang dipimpin oleh Prabowo Subianto akhirnya berhasil membebaskan sebagian besar sandera, namun juga meninggalkan luka mendalam. 

Insiden penembakan di Timika yang menewaskan 16 orang menjadi salah satu catatan kelam dalam operasi ini.

Peristiwa ini menyoroti kompleksitas masalah di Papua, di mana keinginan untuk melestarikan alam berbenturan dengan konflik politik yang berkepanjangan.

Baca juga: Kisah Kelly Kwalik, Tokoh OPM yang Sandera Belasan Peneliti di Mapenduma Papua

Kronologi Peristiwa

Ekspedisi Lorentz 95 merupakan sebuah upaya ilmiah untuk mendokumentasikan keanekaragaman hayati di Taman Nasional Lorentz.

Namun, ekspedisi yang seharusnya menjadi perayaan atas kekayaan alam Indonesia justru berujung pada tragedi.

Setibanya di Mapenduma, tim ekspedisi disandera oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kelly Kwalik.

Penyanderaan ini berlangsung selama beberapa bulan dan memicu berbagai upaya negosiasi.

Pemerintah Indonesia, melalui TNI, berupaya membebaskan para sandera.

Namun, negosiasi yang alot dan perbedaan pandangan mengenai status Papua membuat upaya pembebasan semakin sulit.

Akhirnya, pada tanggal 9 Mei 1996, operasi militer dilakukan untuk membebaskan para sandera.

Operasi ini berhasil membebaskan sebagian besar sandera, namun juga menimbulkan korban jiwa.

Dua orang sandera ditemukan tewas setelah operasi pembebasan. (*)

 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved