Selasa, 28 April 2026

Jayawijaya

Pendapat Pengamat dan Pemerhati SDM Soal Dua Tahun Sekolah di Jayawijaya Tidak Operasional

Dia mengatakan jika ini (dua tahun sekolah tidak operasional/berjalan) memang benar terjadinya, maka sangat miris dan potret kinerja kepala sekolah ya

Penulis: Amatus Hubby | Editor: Marius Frisson Yewun
Tribun-Papua.com/Amatus Huby
Dr. Methodeus Kossay 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Amatus Huby 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pengamat Kebijakan Publik Papua yang juga sebagai pemerhati sumber daya manusia (SDM) Jayawijaya Dr. Methodeus Kossay berpendapat bahwa dinas pendidikan kebupaten harus proaktif dalam memantau atau mengawasi kinerja kepala sekolah yang ada di Jawijayaya.

Dia mengatakan jika ini (dua tahun sekolah tidak operasional/berjalan) memang benar terjadinya, maka sangat miris dan potret kinerja kepala sekolah yang buruk. Mengapa baru terungkap sekarang bahkan sudah 2 tahun tidak dilakukan pembenahan dan evaluasi terhadap kinerja kepala sekolah tersebut. 

Baca juga: PT Siber Manise dan BRI Sosialisasi KPR Bersubsidi Untuk Personel TNI di Sarmi

"Sebenarnya ini juga akibat pembiaran dan kelalaian yang dilakukan oleh dinas pendidikan kabupaten karena tidak menjalankan tugas dan wewenangnya," tegasnya saat ditemui di Kota Jayapura pada Selasa, (21/1/2025). 

Lanjut kata dia, dinas pendidikan kabupaten seharusnya melalukan pengawasan sekaligus pengontrol kepala sekolah yang dinilai mangkir dari tanggung jawabnya.

"Jadi dinas pendidikan kebupaten harus proaktif dalam memantau atau mengawasi kinerja kepala sekolah yang ada di Kabupaten Jawijaya. Jangan menunggu ada demo atau unjuk rasa baru akan mengambil sikap,"katanya.

Baca juga: Nutrisi untuk Masa Depan, Koops Habema Gelar Program MBG bagi Anak-Anak Pogapa Intan Jaya

Kejadian ini menjadi evaluasi secara total dan menyeluruh yang harus dilaksanakan oleh dinas pendidikan kabupaten dan para kepala sekolah yang ada di Kabupaten Jayawijaya terutama dua kepala sekolah tersebut. 

Dikatakan Dinas Pendidikan Kabupaten Jawijaya harus segera mengambil langkah konkrit dan cepat untuk menyelesaikan kejadian ini. 

Baca juga: Satgas Damai Cartenz Tegaskan Situasi Oksop Aman, Masyarakat Diminta Tidak Terprovokasi Isu Hoaks

Pengamat kebijakan publik itu menegaskan bahwa, dua sekolah tersebut harus segera diaktifkan kembali, sehingga anak-anak yang ada di daerah tersebut bisa sekolah. 

"Anak-anak kita yang ada disekitaran sekolah tersebut memerlukan pendidikan yang itu adalah hak mereka untuk menuntu ilmu, tentu sesuai dengan amanat dari UUD 1945,"ujarnya.

Baca juga: Koops Habema Gelar MBG Kepada Anak-Anak di Kampung Pogapa Distrik Homeyo Intan Jaya 

Selain itu diperlukan kolaborasi antara guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, kepala dinas pendidikan dan juga para pemangku kepentingan lainnya.

Methodeus mengatakan, untuk memajukan SDM Papua dengan pendidikan berkelanjutan sehingga bisa menghasilkan output dan outcome yang selaras dengan agenda transformasi pendidikan yang sedang terjadi saat ini. 

Baca juga: Persipura Siap Hadapi Persikas Playoff Liga 2, Laga Digelar Tanpa Penonton

"Pendidikan sangat penting bagi anak-anak, maka dinas pendidikan kabupaten dan kepala sekolah yang diberikan mandat untuk menjadi pemimpin di sekolah harus mampu dan bisa, aktif, disiplin dan berikan contoh bagi guru-guru serta bertanggung jawab dalam menjalankan tugas dan wewenangnya," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved