Sabtu, 11 April 2026

Lulusan Luar Negeri

Reuni Akbar Alumni Luar Negeri Oleh Career Center Cahaya

"Pulang terus bikin apa, sekolah sulit, penyesuaian budaya sulit, menyelesaikan studi di sana dengan impian besar pulang membangun Papua," ujarnya

|
Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
PENCARI KERJA: Suasana reuni akbar alumni luar negeri orang asli Papua, yang berlangsung di salah satu hotel di Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (12/4/2025). Mereka mengaku kesulitan mencari pekerjaan di Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Puluhan alumni luar negeri, khusus orang asli Papua mengikuti reuni akbar yang mengusung tema, dari dunia ke Papua mewujudkan potensi global untuk membangun lokal. 

Reuni akbar itu dibuka oleh Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, SH., M.H ditandai dengan tabuhan tifa, di salah satu hotel di Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Sabtu (12/4/2025).

Koordinator Career Center Cahaya (3C), program dibawah naungan Papua Hope Language Institute (PHLI), Novia Rumbewas, mengatakan, rangkaian kegiatan ini berupa workshop, seminar, dan job fair dikemas dalam suatu kegiatan besar yaitu reuni akbar alumni luar negeri, khusus orang asli Papua.

Baca juga: Polsek Sentani Kota Serahkan Dua Tersangka Kasus Curanmor ke Kejari Jayapura

"Kami mendapatkan mitra yang akan berpartisipasi dalam job fair, harapannya kami bisa terkoneksi satu sama lain," katanya.

Novia menjelaskan, alumni menghadapi tantangan serta ekspektasi usai menyelesaikan sekolah di luar negeri kembali ke Papua. Persoalan yang mereka hadapi belum mendapat solusi serta kepada siapa harus dibahas. 

Baca juga: Posko Angkutan Lebaran di Bandara Sentani Jayapura Resmi Ditutup

Novia menyebut, salah satu kesulitan alumni luar negeri dalam mencari kerja yakni masalah penyetaraan ijazah. Ijazah belum bisa dipakai lantaran jalur penyetaraan yang kompleks dan rumit.

Baca juga: Yunus Wonda Resmikan Hotel Grand Cartenz Sentani, Bupati: Anak Muda Papua Manfaatkan Peluang Usaha

Oleh karena itu, dia berharap, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Majelis Rakyat Papua (MRP) dapat mendorong sebuah kebijakan khusus bagi anak Papua.

Baca juga: Calon Jamaah Haji Kabupaten Jayapura Diminta Jaga Kesehatan dan Lakukan Doa Bersama

Novia berpendapat, pemerintah seharusnya dapat meriset, membuat daftar berapa banyak anak Papua yang sudah menyelesaikan studi sekaligus menyediakan lapangan kerja. "Ini bisa disinergikan dengan perusahaan-perusahaan yang berdiri di Tanah Papua," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Jayapura Yunus Wonda mengaku bangga bisa melihat anak-anak Papua bersekolah di luar negeri.

Semasa menjabat sebagai Ketua DPR Papua Periode 2014 - 2019, saat itu memiliki pergumulan bagaimana jika mahasiswa yang berkuliah di dalam dan luar negeri kembali ke daerahnya. Yunus menilai, kondisi lapangan kerja di Papua memang berbeda dengan wilayah lain, karena tidak memiliki industri yang bisa memasok tenaga kerja. 

Baca juga: Polda Papua Mengerahkan 500 Personel Untuk Evakuasi 14 Jenazah Korban KKB

"Kami sudah biayai tetapi setelah pulang apa yang harus dipikirkan karena tidak ada industri besar seperti di daerah lain," katanya.

Menurut dia, ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Pemimpin di daerah harus sigap memikirkan upaya merangkul lulusan serta menekan pengangguran. "Jadi pengangguran jangan menumpuk," katanya.

Baca juga: Polda Papua Mengerahkan 500 Personel Untuk Evakuasi 14 Jenazah Korban KKB

Bupati Jayapura itu mengaku sebagai langkah maju tersedia lapangan kerja, pemerintah Kabupaten Jayapura akan mendorong Peraturan Daerah (Perda) sebanyak 70 persen perusahaan memberikan ruang bagi anak-anak Papua khususnya di wilayah Tabi.

"Jadi kita harap semua terdistribusi dari pihak swasta dan pemerintah. Saya akan siapkan Perda seluruh perusahaan kedepan 70 persen prioritaskan anak asli Tabi, 30 persen kita siapkan yang lain," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved