Jumat, 17 April 2026

Paus Fransiskus Meninggal Dunia

Umat Katolik Berduka, PAUS FRANSISKUS Meninggal Dunia pada Usia 88 Tahun

"Saudara-saudari terkasih, dengan kesedihan yang mendalam saya harus mengumumkan kematian Bapa Suci kita Fransiskus," kata Kardinal Kevin Farrell meng

Tangkap layar YouTube CBC Evening News
PAUS FRANSISKUS. - Gambar merupakan tangkap layar dari YouTube CBC Evening News yang diambil pada Senin (24/2/2025), menunjukkan Paus Franskiskus yang ududuk di kursi rodanya. Pada 21 April 2025, Vatikan mengumumkan kematian Paus Fransiskus. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Paus Fransiskus, pemimpin Amerika Latin pertama Gereja Katolik Roma, telah meninggal dunia menurut pernyataan Vatikan dalam sebuah pernyataan video pada Senin (21/4/2025).

Paus Fransiskus meninggal dunia di usia 88 tahun dan baru saja selamat dari serangan pneumonia ganda yang serius.

Baca juga: Umat Katolik St Stefanus Sempan Mimika Rayakan Vigili Paskah 2025 Penuh Suka Cita, Ini Pesan Pastor 

"Saudara-saudari terkasih, dengan kesedihan yang mendalam saya harus mengumumkan kematian Bapa Suci kita Fransiskus," kata Kardinal Kevin Farrell mengumumkan di saluran TV Vatikan.

“Pukul 7.35 pagi ini, Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa," lanjutnya, seperti diberitakan Reuters.

Paus Fransiskus lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio.

Baca juga: Komisariat Daerah Pemuda Katolik Provinsi Papua Pegunungan Gelar Rakerda I

Ia terpilih menjadi Paus pada tanggal 13 Maret 2013. Hal yang mengejutkan banyak pengamat Gereja yang menganggap tokoh Argentina itu, yang dikenal karena kepeduliannya terhadap kaum miskin, sebagai orang luar.

Paus Fransiskus berusaha menonjolkan kesederhanaan ke dalam peran agungnya dan tidak pernah menempati apartemen kepausan yang mewah di Istana Apostolik yang digunakan oleh para pendahulunya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa ia lebih suka tinggal di lingkungan masyarakat demi kesehatan psikologisnya.

Baca juga: Yunus Wonda Siapkan Lembah Grime Nawa Menjadi Lumbung Pangan Beras

Paus Fransiskus mewarisi Gereja yang diserang karena skandal pelecehan seksual anak dan terkoyak oleh pertikaian dalam birokrasi Vatikan, dan hingga ia terpilih dengan mandat yang jelas untuk memulihkan ketertiban.

Namun seiring dengan berjalannya masa kepausannya, Paus Fransiskus menghadapi kritik pedas dari kaum konservatif, yang menuduhnya merusak tradisi yang dijunjung tinggi.

Baca juga: Panitia Festival Cap Go Meh Nabire Siapkan 3 Motor Sebagai Hadiah Untuk Pengunjung

Selain itu, ia juga menuai kemarahan kaum progresif, yang merasa ia seharusnya berbuat lebih banyak untuk membentuk kembali Gereja yang telah berusia 2.000 tahun, seperti diberitakan Al Jazeera.

Ketika ia berjuang menghadapi perbedaan pendapat internal, Paus Fransiskus menarik banyak perhatian orang dalam berbagai perjalanannya ke luar negeri karena ia tanpa lelah mempromosikan dialog dan perdamaian antaragama, dan berpihak pada mereka yang terpinggirkan, seperti para migran.

Baca juga: Ketua Komisi C DPRD Intan Jaya: Jangan Jadi Mahasiswa Abadi

Pada 3-6 September 2024, Paus Fransiskus melakukan perjalanan apostolik ke Indonesia. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved