Jumat, 1 Mei 2026

KKB Papua

Papua Terkini: Militan KKB Bergeser dari Nduga ke Yahukimo, Ada Apa?

Patrige menginstruksikan Kapolres yang baru untuk segera beradaptasi dengan kondisi di Yahukimo dan aktif menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat

Tayang:
Istimewa
Egianus Kogoya, pemimpin KKB paling berbahaya di Kabupaten Nduga. Keberadaannya sudah terpantau, tapi tak terlihat. Ia tak pernah meninggalkan Kabupaten Nduga sehingga sulit ditangkap. Hingga kini pergerakannya pun susah dideteksi. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kapolda Papua, Irjen Patrige Rudolf Renwarin, menyatakan bahwa wilayah rawan konflik atau zona merah di Papua Pegunungan kini bergeser dari Kabupaten Nduga ke Kabupaten Yahukimo.

Pergeseran ini terjadi menyusul serangkaian serangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Yahukimo.

Serangan tersebut meliputi penyerangan guru dan tenaga kesehatan di Distrik Anggruk, hingga pembantaian 16 penambang emas oleh KKB di Sungai Silet, Yahukimo.

“Wilayah zona merah yang sebelumnya lebih banyak terjadi di Kabupaten Nduga dalam beberapa tahun terakhir, kini sudah bergeser ke Kabupaten Yahukimo,” ungkapnya di Jayapura, Selasa (22/4/2025).

Patrige menginstruksikan Kapolres yang baru untuk segera beradaptasi dengan kondisi di Yahukimo dan aktif menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat setempat.

“Segala situasi harus diantisipasi. Jika tidak diantisipasi, bisa terjadi peningkatan situasi kamtibmas yang justru merugikan masyarakat di Kabupaten Yahukimo ke depannya,” katanya.

Baca juga: Gubernur Papua Pegunungan John Tabo Segera Selesaikan Konflik Yahukimo Secara Adat dan Budaya

Mantan Wakapolda Papua Barat ini menyampaikan pentingnya sinergi dan dukungan antara institusi dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat di Papua.

“Intinya, memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat di Kabupaten Yahukimo,” ujarnya.

Sebelumnya, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) - Organisasi Papua Merdeka (OPM) memngeklaim telah membunuh 16 orang pendulang emas di pedalaman Yahukimo, Papua Pegunungan.

KKB PAPUA - Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin saat menggelar jumpa pers di Jayapura Sabtu (12/4/2025). Kapolda meminta masyarakat serta pihak keluarga bersabar karena proses penyelidikan masih berlangsung
KKB PAPUA - Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin saat menggelar jumpa pers di Jayapura Sabtu (12/4/2025). Kapolda meminta masyarakat serta pihak keluarga bersabar karena proses penyelidikan masih berlangsung (Tribun-Papua.com/Taniya Sembiring)

Peristiwa menggemparkan ini dilaporkan Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Elkius Kobak kepada Markas Pusat Komnas TPNPB, dan diterima Juru Bicara OPM, Sebby Sambom, Selasa (8/4/2025) malam.

Elkius Kobak dalam laporannya menyebut pasukannya telah membantai 11 pendulang emas yang dituding sebagai anggota militer pemerintah Indonesia. 

Para korban dituduh melakukan penyamaran.

Sebby Sambom dalam keterangannya kepada Tribun-Papua.com, menyebut aksi pembantaian oleh TPNPB-OPM dilancsarkan selama tiga hari, sejak 6 hingga 8 April 2025. 

Operasi dilancarkan Elkius Kobak cs dengan bantuan PNPB Kodap III Ndugama Derakma.

"Pembunuhan tersebut dilakukan selama tiga hari berturut-turut hingga Selasa," ujar Sebby Sambom.

TPNPB, lanjut Sebby, menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera menghentikan pengiriman pasukan ke Papua yang disebut mereka digunakan sebagai pendulang emas, tukang bangunan, atau pekerjaan lainnya.

Mereka menegaskan akan menindak tegas anggota TNI yang bertugas di luar fungsi militer.

Klaim ini didasarkan pada pernyataan Panglima TNI yang disebut mengakui status para korban sebagai anggotanya.

"Sebab, panglima TNI menyatakan bahwa itu adalah anggota saya. Maka sesuai dengan pernyataan Panglima TNI kami sudah eksekusi mati sebelas anggotanya yang bertugas sebagai pendulang emas di Yahukimo," kata Sebby Sambom.

Ratusan pendulang emas selamat

Sementara itu, Polisi memastikan ratusan pendulang emas selamat dari serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. 

Hal ini disampaikan Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Brigadir Jenderal Polisi Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Jumat (11/4/2025).

Penyelamatan para pendulang dilakukan lewat Operasi Gabungan TNI-Polri.

EVAKUASI KORBAN KKB - Operasi gabungan Satgas Damai Cartenz dan Satgas TNI mengevakuasi dua penambang emas korban penembakan KKB ke Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (10/4/2025).(KOMPAS.COM/Satgas Damai Cartenz)
EVAKUASI KORBAN KKB - Operasi gabungan Satgas Damai Cartenz dan Satgas TNI mengevakuasi dua penambang emas korban penembakan KKB ke Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (10/4/2025).(KOMPAS.COM/Satgas Damai Cartenz) (Tribun-Papua.com/Istimewa)

"Data sementara korban selamat ada 100 lebih yang telah didata, baik yang menyelamatkan diri di Kabupaten Asmat maupun Kabupaten Yahukimo," ungkap Faizal Ramadhani.

Baca juga: Kesaksian Dua Pendulang Selamat dari Pembantaian KKB Papua, 8 Hari Bersembunyi di Hutan Yahukimo

Seluruh korban selamat merupakan pendulang emas yang melakukan aktivitas penambangan di perbatasan antara Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Asmat.

"Sampai sejauh ini seperti itu," kata jenderal bintang satu tersebut.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua itu menanggapi isu penyanderaan pasangan suami istri di Kabupaten Yahukimo.

Menurutnya, isu tersebut belum bisa dibenarkan.

"Sampai sekarang belum ada informasi yang untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Yang jelas kami masih fokus untuk proses evakuasi," ujar Faizal. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved