PT Freeport Indonesia
Freeport Komitmen Berantas Malaria di Papua Tengah, Promosi Kesehatan Terus Digencarkan
Dokter Firdy Permana mengatakan, komitmen PTFI tentu tidak berubah tetapi terus ditingkatkan khususnya di area operasional.
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela
TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - PT Freeport Indonesia (PTFI) terus berkomitmen meningkatkan pemberantasan malaria di Kabupaten Mimika baik untuk karyawan, lingkungan kerja, dan masyarkat sekitarnya.
Tepat hari ini, Jumat (25/5/2025) merupakan hari malaria sedunia di mana dengan langkah awal PTFI melakukan kampenye bebas malaria untuk karyawan di Terminal Gorong-gorong Timika.
Manajer Public Health and Malaria Control (PHMC) PTFI, dr. Firdy Permana mengatakan, komitmen PTFI tentu tidak berubah tetapi terus ditingkatkan khususnya di area operasional.
"Kami upayakan peningkatan pemahaman untuk apa yang dilakukan masing-masing karyawan untuk melindungi pencegahan malaria. Tahun ini kami gunakan losen obat anti nyamuk di mana bisa dilakukan karyawan," katanya.
Baca juga: Freeport Setor Rp 7,73 Triliun ke Pemerintah Pusat dan Daerah Atas Laba Bersih 2024
Ia berharap, budaya baru untuk mengguanakan losen anti nyamuk ini bisa meningkatkan perlindungan karyawan agar karyawan terhindar dari malaria.
"Untuk tahun 2024 angka kasus malaria justru meningkat sejalan dengan jumlah kasus malaria di Mimika. Kalau masyarkat meningkat pasti karyawan juga akan meningkat. Ini perlu kolaborasi untuk memberantasnya," katanya.
Ia menyebut, angka malaria masih diangka kurang lebih 4.000 kasus pertahun tetapi diharapkan dengan komitmen dengan pemerintah bisa turun.
"Saat ini penularan malaria hanya terjadi di area dataran rendah karena faktor suhu, kelembaban, lingkungan lebih hangata sehingga nyamuk berkembang dengan cepat. Kalau ditembagapura tidak ada penularan karena kondisi lingkungan tidak memungkinkan," ujarnya.
Ia menyatakan, kalau ada karyawan menderita malaria itu lebih banyak melakukan aktivitas pekerjaan di area dataran renda.
"Kami kampanye di Terminal Gorong-gorong agar mengigatkan karyawan yang turun dari Tembagapura supaya paham bahwa, mereka memasuki area yang penularan malaria lebih tinggi," katanya.
Baca juga: PT Freeport Indonesia Apresiasi Kunjungan Gubernur-Wagub Papua Tengah, Claus: Rumah Besar YPMAK
Lanjutnya, promosi kesehatan bagi karyawan terus dilakukan sekaligus upaya pengendalian sektor yang saat ini cukup baik.
"Untuk kendala orang malaria tentu dari nyamuk sendiri dan kondisi lingkungan menghadapi tantangan besar. Kalau hanya dengan foging dan pasang kelambu rasanya tidak cukup karena ada faktor lain seperti suhu dan curah hujan," ungkapnya.
Menurtnya, tantangan masih cukup berat sehingga kami terus melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/A-SEDUNIA-Suasana-promosi-kesehatan-malaria.jpg)