Jumat, 17 April 2026

Papua Tengah Terkini

Penderita HIV-AIDS di Papua Tengah Memprihatinkan

Data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah, jumlah penderita virus tersebut sudah mencapai ribuan orang.

|
Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
Ketua KPA Papua Tengah (kameja pitih bercorak hitam), Freni Anouw mengatakan, sejumlah langkah strategis siap dilakukan untuk mencegah penyebaran virus HIV-AIDS di Papua Tengah. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Penderita HIV/AIDS di Provinsi Papua Tengah rupanya tidak main-main, dan terus meningkat.

Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah, jumlah penderita virus tersebut sudah mencapai ribuan orang.

Ketua KPA Papua Tengah, Freni Anouw mengatakan, untuk Papua Tengah sendiri sangatlah tinggi.

"Jumlahnya sudah tembus di angka 2.023," kata Freny kepada awak media termasuk Tribun-Papua.com di Nabire, Rabu (30/4/2025).

Menurutnya, angka tersebut hanya terhitung sampai 2024, belum di 2025 ini.

Kemudian, angka itu juga untuk mereka yang sudah melakukan pemeriksaan.

"Jadi itu tidak terhitung bagi mereka yang belum melakukan pemeriksaan," katanya.

Baca juga: Nabire Daerah Penyumbang Kasus HIV AIDS Terbesar di Papua Tengah

Dengan angka yang ada, Freny bilang, pihaknya akan melakukan langkah-langkah strategis yaitu melalui tindakan medis, dan tindakan keimanan untuk, mencegah penyebaran virus ini.

Untuk tindakan keimanan sendiri menurut Freny, KPA Papua Tengah akan melakukan sosialisasi ke tingkat sekolah, rumah ibadah, kantor-kantor, hingga pada masyarakat, dan lain sebagainya.

"Di dalamnya nanti kita akan melakukan pendataan ulang agar, KPA juga dapat mengetahui persis, atas langkah-langkah yang diambil," jelasnya.

Sebagai langkah medis, KPA Papua Tengah akan membentuk relawan bernama Kaki Abu, dan juga membentuk KPA dari tingkat kabupaten, distrik, kampung, hingga RT.

KPA juga melakukan pengawasan secara rutin ke lokasi-lokasi hiburan malam di wilayah Papua Tengah.

Freny bilang, KPA Papua Tengah juga akan membangun klinik-klinik khusus kepada Odha.

Baca juga: 709 Warga Papua Pegunungan Meninggal Akibat HIV/AIDS, 9.923 Orang Terinfeksi: Akademisi Anjurkan Ini

Kemudian, akan menerapkan pemeriksaan kesehatan kepada setiap anak sekolah dari tingkat SMP maupun SMA.

Lalu juga melakukan pemeriksaan kepada para pejabat pemerintahan, swasta, dan lain sebagainya.

"Ini akan kita lakukan rutin, dalam satu tahun, kita akan lakukan pemeriksaan tiga kali, dan itu sifatnya wajib," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved