Sabtu, 9 Mei 2026

Papua Tengah Terkini

Harga Tiket Pesawat di Papua Tengah Kerap Melambung, Lis Tabuni: Harus Disikapi Pemerintah Pusat

Hal itu disebabkan karena harga jual kepada calon penumpang terkadang  melambung tinggi dan tidak wajar.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Istimewa
Anggota DPD RI, Lis Tabuni 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Harga tiket pesawat perintis ke daerah-daerah pedalaman di Provinsi Papua Tengah kembali jadi sorotan.

Hal itu disebabkan karena harga jual kepada calon penumpang terkadang  melambung tinggi dan tidak wajar.

Menyikapi hal tersebut, anggota DPD RI, Lis Tabuni angkat bicara.

Lis mengatakan, terkait harga tiket pesawat perintis ini, bukan masalah baru

Kemudian, itu juga sudah terjadi dan berjalan cukup lama.

Contohnya seperti, keberangkatan ke Kabupaten Puncak Jaya, atau Intan Jaya, itu tiket yang dijual, sangatlah mahal.

"Rata-rata di angka 3 juta hingga 3 juta setengah," kata Lis, di Nabire, Sabtu, (7/6/2025).

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Timika-Puncak Mahal, Pj Bupati: Ada Dugaan Pungli di Bandara Mozes Kilangin 

Menurut dia, 3 jutaan itu baru untuk tiket untuk penumpang, belum lagi harga timbangan untuk barang dan lain sebagainya.

Kemudian, dengan harga yang tidak wajar juga, sering membuat keresahan bagi seluruh masyarakat.

"Jadi bagi saya, ini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah pusat," katanya.

Lis juga mengaku, setiap pertemuannya dengan pemerintah pusat, selalu menyampaikan persoalan tersebut.

"Tujuannya supaya, masalah ini ada solusi," ujarnya. 

Sebelumnya, masalah ini juga pernah disuarakan oleh Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Henes Sondegau.

Henes mengatakan, persoalan harga tiket ini sudah lama terjadi, dan itu dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang bermain di lapangan.

Kemudian menurut Henes juga, isu tersebut juga sempat dibahas di DPR RI oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Robert Rouw, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang mafia tiket.

"Atas hal itu, saya langsung berkomunikasi dan bertemu dengan pihak maskapai, salah satunya Smart Air, karena mereka merupakan satu-satunya maskapai yang selama ini melayani rute Intan Jaya," kata Henes.

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved