Papua Tengah Terkini
Harga Tiket Pesawat di Papua Tengah Kerap Melambung, Lis Tabuni: Harus Disikapi Pemerintah Pusat
Hal itu disebabkan karena harga jual kepada calon penumpang terkadang melambung tinggi dan tidak wajar.
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Harga tiket pesawat perintis ke daerah-daerah pedalaman di Provinsi Papua Tengah kembali jadi sorotan.
Hal itu disebabkan karena harga jual kepada calon penumpang terkadang melambung tinggi dan tidak wajar.
Menyikapi hal tersebut, anggota DPD RI, Lis Tabuni angkat bicara.
Lis mengatakan, terkait harga tiket pesawat perintis ini, bukan masalah baru
Kemudian, itu juga sudah terjadi dan berjalan cukup lama.
Contohnya seperti, keberangkatan ke Kabupaten Puncak Jaya, atau Intan Jaya, itu tiket yang dijual, sangatlah mahal.
"Rata-rata di angka 3 juta hingga 3 juta setengah," kata Lis, di Nabire, Sabtu, (7/6/2025).
Baca juga: Harga Tiket Pesawat Timika-Puncak Mahal, Pj Bupati: Ada Dugaan Pungli di Bandara Mozes Kilangin
Menurut dia, 3 jutaan itu baru untuk tiket untuk penumpang, belum lagi harga timbangan untuk barang dan lain sebagainya.
Kemudian, dengan harga yang tidak wajar juga, sering membuat keresahan bagi seluruh masyarakat.
"Jadi bagi saya, ini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah pusat," katanya.
Lis juga mengaku, setiap pertemuannya dengan pemerintah pusat, selalu menyampaikan persoalan tersebut.
"Tujuannya supaya, masalah ini ada solusi," ujarnya.
Sebelumnya, masalah ini juga pernah disuarakan oleh Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Henes Sondegau.
Henes mengatakan, persoalan harga tiket ini sudah lama terjadi, dan itu dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang bermain di lapangan.
Kemudian menurut Henes juga, isu tersebut juga sempat dibahas di DPR RI oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Robert Rouw, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang mafia tiket.
"Atas hal itu, saya langsung berkomunikasi dan bertemu dengan pihak maskapai, salah satunya Smart Air, karena mereka merupakan satu-satunya maskapai yang selama ini melayani rute Intan Jaya," kata Henes.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Anggota-DPD-RI-Lis-Tabuni.jpg)