ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

korban Pasar karang Nabire

Keluarga Korban Kericuhan Pasar Karang di Nabire Siap Usut Penyebab Kematian E

Nah, selanjutnya daripada itu kami tidak tau lagi apa yang terjadi dengan E, etah dia dipukul atau apa, kami tidak tau, sampai dapat kabar kalau E sud

Tribun-Papua.com/Calvin Erari
INSIDEN PASAR KARANG: Satu dari keluarga korban E, Yulius Edowai saat memberikan keterangan terkait kematian E, Jumat, (27/6/2025). Ia meminta agar kematian E dalam insiden Pasar Karang Nabire, harus diusut tuntas. 

Laporan Wartawan Trubun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Kericuhan terjadi di Pasar Karang Tumaritis, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada Kamis 26 Juni 2025, sekitar pukul 10.00 WIT.

Di balik kericuhan itu, terdapat satu korban jiwa berinisial E yang hingga kini belum diketahui pasti penyebabnya.

Baca juga: Pesan Bupati Yapen Pada Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriyah

Namun, kematian E mendapatkan sorotan publik. Bahkan pihak keluarga sampai saat ini tentunya tidak puas dengan kematian tiba-tiba terhadap sanak saudara mereka.

Yulius Edowai, pihak keluarga dari E menyampaikan bahwa keluarga sangat menyayangkan insiden yang menimpa E.

Baca juga: 2.500 Umat Muslim Rayakan Tahun Baru Islam di Sentani

Keluarga bahkan membantah pemberitaan yang beredar di sejumlah media massa, yang menyebutkan bahwa E meninggal karena mabuk minuman keras dan terjatuh hingga akhirnya meninggal dunia.

"Saat kejadian E ini tidak mabuk, karena saat itu dia sedang cek motor yang dijual temannya di Pasar Karang," kata Yulius kepada awak media, termasuk Tribun-Papua.com, Jumat, (27/6/2025).

Baca juga: Gubernur Papua Bersama Warga Jayapura Rayakan Tahun Baru Islam di Dok II

Menurut Yulius, yang mengkonsumsi minuman keras adalah teman E berinisial P. Sebelumnya P membeli dua botol minuman keras untuk dikonsumsi sendiri. “Jadi sekali lagi, E tidak miras," tandasnya.

Menurut informasi yang diterima pihak keluarga, E yang berada di lokasi saat kericuhan, langsung diangkut oleh pihak keamanan, sedangkan P yang mengkonsumsi minuman keras sudah kabur dari lokasi.

Baca juga: Alokasi Dana Desa 2025 Paniai Capai Rp178,6 Miliar, Cek 12 Desa yang Terima Lebih dari Rp1 M

"Nah, selanjutnya daripada itu kami tidak tau lagi apa yang terjadi dengan E. Entah dia dipukul atau apa, kami tidak tau, sampai dapat kabar kalau E sudah meninggal," ujarnya.

Dengan kejadian tersebut, Yulius bilang pihak keluarga akan melakukan proses hukum atas meninggalnya E. "Semua saksi, hingga perwakilan untuk bicara, kami sudah siapkan," katanya.

Baca juga: BRI BO Jayapura Optimalkan Layanan Sepanjang Libur Panjang Tahun Baru Islam

Ia meminta Kepala Kepolisian Negara Republic Indonesia (Kapolri) melihat masalah kematian yang diduga berkaitan erat dengan personelnya itu.

"Pelaku yang tugas menangani masalah Pasar Karang harus ditangkap," pungkasnya.

Baca juga: 4 Desa di Kabupaten Merauke Terima Alokasi Dana Desa 2025 Lebih dari Rp2 Miliar, Cek Daftarnya

Menurut dia, keluarga korban akan mengajukan masalah tersebut ke semua pihak, agar kematian E dapat diselesaikan. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved