Pemkab Jayapura
TP-PKK Kabupaten Jayapura Beri Bantuan kepada 20 Anak Stunting di Distrik Airu
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) ikut memastikan hadirnya petugas kesehatan di setiap puskesmas serta posyandu.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Jayapura berkomitmen mengurangi angka stunting dan gizi buruk.
Demikian disampaikan Ketua TP-PKK Kabupaten Jayapura Dewi Sartika S. Wonda usai menyerahkan bantuan telur, beras, bakso ikan, bahan makanan serta kompor, kepada orangtua anak dengan stunting di Puskesmas Airu, Selasa (29/7/2025).
Kunjungan TP-PKK ke Distrik Airu dalam rangka kunjungan kerja Bupati Jayapura.
Dewi mengungkap bersama Dinas Kesehatan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) ikut memastikan hadirnya petugas kesehatan di setiap puskesmas serta posyandu.
"Kami memang berkomitmen pengecekan [stunting] di semua distrik," ujarnya didampingi Wakil Ketua I TP-PKK Kabupaten Jayapura Anitha Hening Yocku.
Dewi mengungkap, terkait pelaporan angka stunting dari puskesmas terjadi selisih karena terkendala jaringan internet.
Baca juga: Jalan Berliku di Airu: Potret Perjuangan Pendidikan dan Kesehatan di Pedalaman Jayapura
"Ada selisih pelaporan, karena update menggunakan internet , akses internet ini jadi masalah," ujarnya.
Di momen itu, Dewi juga memberi imbauan kepada orangtua agar memberi anak ASI, anak tak boleh makan supermie, dan menjaga lingkungan tempat tinggal.
Kepala Puskesmas Airu Naomi Leni Yabansabra mengatakan ada 20 anak stunting di Distrik Airu. Tahun ini, Puskesmas Airu mulai intervensi stunting.
Naomi bersama petugas kesehatan di wilayah itu terkendala karena warga sering pergi ke kebun dalam waktu lama.
"Mereka [warga] ke kebun berminggu-minggu, kami tidak bisa temui anak dan orangtua, karena kebun jauh harus menyebrang pakai speed," ujarnya.
Adapun, dua puskesmas pembantu (pustu) di Muara Nawa dan Aurina belum berjalan karena tidak ada petugas kesehatan.
Sementara, operasional Puskesmas Airu di dukung satu orang dokter, 15 perawat, dan 1 orang dibagian gizi. Namun, dokter di situ telah mengundurkan diri akhir Juni lalu.
• Garda Kesehatan Merauke Dibekali, Kader Multitalenta Siap Hadapi Malaria, HIV/AIDS, dan TB
Naomi mengatakan, wilayah tempatnya bekerja membutuhkan tambahan tenaga kesehatan (nakes), mengingat akses dan kondisi geografis Distrik Airu cukup sulit dijangkau.
Perjalanan terjauh ke Kampung Aurina misalnya memakan waktu sampai lima hingga enam jam menggunakan perahu motor (speed).
"Kami sangat membutuhkan nakes." (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ra-bersama-Bupati-dan-Wakil-Bupati-Jayapura-dan-warga-setempat-dal.jpg)