Pemprov Papua Tengah
Kasus Malaria di Papua Tengah Harus Ditangani Bersama
Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah mencatat 1.168 ribu kasus positif malaria di wilayahnya. Penyumbang terbesar kasus ini dari Mimika.
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papuatengah.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, NABIRE - Penderita penyakit malaria di Provinsi Papua Tengah tergolong tinggi.
Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah mencatat 1.168 ribu kasus positif malaria di wilayahnya.
Penyumbang terbesar kasus ini dari Kabupaten Mimika sejak 2024.
Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, Agus, mengatakan, terdapat 2.159 kasus pada ibu hamil, 11,7 persen pada bayi dan balita, serta 19,2 persen kalangan pelajar.
Baca juga: Garda Kesehatan Merauke Dibekali, Kader Multitalenta Siap Hadapi Malaria, HIV/AIDS, dan TB
Persentase rata-rata penderita malaria tropika 58,6 persen.
Penyebab tingginya kasus karena rendahnya konsumsi obat, kurang menggunakan kelambu, banyak genangan air di pemukiman hingga, menimbulkan jentik nyamuk, dan masyarakat masih berfikir, malaria hanya sebagai penyakit biasa.
"Untuk itu, ke depan perlu langkah intensif yang dilakukan," kata Agus, saat deklarasi eliminasi malaria di Nabie, Jumat (1/8/2025).
Agus berharap kiranya dapat meningkatkan komitmen bersama antar lintas kabupaten, serta mendorong kolaborasi antar sektor, tokoh masyarakat, dan mitra pembangunan.
"Supaya nanti bisa memberikan dampak positif menuju Papua Tengah yang sehat dan bebas dari malaria," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/2025-Langkah-intensif-harus-d.jpg)