PSU Pilkada Gubernur Papua
Pilkada Papua: Mantan Pj Wali Kota Minta Warga Tahan Diri dan Tunggu Hasil Resmi KPU
Kedua kubu calon gubernur saling mengeklaim kemenangan berdasarkan hasil sementara dari Tempat Pemungutan Suara (TPS).
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Mantan penjabat wali kota Jayapura yang juga tokoh intelektual Papua, Frans Pekey, mengimbau masyarakat agar menjaga keamanan dan persatuan pasca-pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Gubernur Papua pada Rabu (6/8/2025).
Pekey menyoroti klaim kemenangan dari kedua kubu paslon yang beredar di masyarakat.
Kedua kubu calon gubernur saling mengeklaim kemenangan berdasarkan hasil sementara dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) maupun lembaga survei.
Baca juga: Pilkada Gubernur Papua Berjalan Damai, Polda Apresiasi Partisipasi Warga
Menurutnya, klaim tersebut masih bersifat sementara dan belum resmi.
“Publik perlu menahan diri dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum final. Kita harus menghormati proses penghitungan suara hingga penetapan resmi melalui pleno,” ujarnya di Jayapura, Jumat (8/8/2025).
Pekey menegaskan, kedua kandidat, baik pasangan Benhur Tomi Mano - Constant Karma atau BTM–CK maupun Mathius Derek Fakhiri-Aryoko Rumaropen atau MDF–Mariyo, adalah putra-putra terbaik Papua.
Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menghormati siapapun yang nantinya ditetapkan sebagai pemenang oleh KPU.
“Mari hindari kebencian, konflik, dan tindakan yang dapat merusak persaudaraan, baik secara langsung maupun lewat media sosial. Jangan biarkan perbedaan politik memecah kita,” ujarnya.
Baca juga: Pilkada Gubernur Papua: Lagi-lagi Bawaslu Kabupaten Jayapura Rekomendasi PSU Empat TPS Ini
Ia juga mengingatkan, Papua memiliki tanggung jawab moral sebagai panutan bagi provinsi-provinsi baru di sekitarnya dalam menjaga stabilitas dan demokrasi.
“Papua harus tetap aman dan kondusif. Ini tanggung jawab kita bersama. Tuhan memberkati,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/12012023-Frans_Pekey.jpg)