Perjuangan Siswa di Simalungun Belajar Online, Terpaksa Panjat Pohon demi Dapat Sinyal

Sejumlah siswa di Kabupaten Simalungin terpaksa memanjat pohon untuk mencari sinyal.

Menurut Renni, salah satu alasan para siswa mengikuti pelajaran secara luring karena di daerah tersebut belum terjangkau internet secara maksimal.

Viral Video Polisi Ketakutan saat Disuntik, Ini Pengakuannya: Raffi Ahmad Saja Takut Rambutan

Letak dusun yang berada di antara Gunung Simarsuppit dan Simarsolpah, dianggap menjadi kendala akses internet tersebut.

"Aku bercerita tentang ANAK BANGSA yang ada di desa itu. Di Desa Bahpasunsang hanya ada satu gedung Sekolah Dasar.

Di masa Pendemi ini, siswa siswi SD tidak belajar di gedung Sekolah. Mereka taat aturan walau mereka bermukim di kelilingi hutan. Dan tetap belajar dengan luring....secara berkelompok dan mengikuti protokol kesehatan yang diatur oleh Kepala Sekolahnya Asni Selpiani Saragih dan Asni Marchello" tulis Renni.

Kondisi yang diceritakan Renni diamini oleh Pengulu Nagori atau setingkat Kepala Desa Siporkas, Hendra Putra Saragih.

Menurutnya, dari 7 dusun di wilayahnya, 3 dusun terparah untuk sinyal internet adalah Dusun Bah Pasungsang, Dusun Butu Ganjang dan Dusun Borno.

Dirinya bahkan menjelaskan, jangankan untuk internet, untuk menelpon dari ketiga dusun ini pun tidak mungkin terakses.

Perjuangan Siswa di Bulukumba Belajar Online, Jalan Kaki Daki Bukit dan Seberangi Sungai demi Sinyal

"Saat ini aja kita duduk di ketinggian 947 meter. Ada beberapa puncak gunung di sini yang menghalangi (sinyal internet)," ujar salah satu kepala desa termuda di Kabupaten Simalungun ini.

Selain itu, pihaknya sebetulnya sudah mencoba menghubungi perusahaan penyedia jaringan internet untuk membangun tower di Dusun Bah Pasungsang.

Namun, menurut Hendra, usaha itu belum mendapat respon positif.

Halaman
123

Berita Populer