PDAM Biak
PDAM Biak Mulai Terapkan Pembayaran Nontunai Bagi Pelanggan
Menurutnya, transformasi pembayaran digital yang mulai diterapkan PDAM Biak tidak hanya membantu pelanggan, tetapi juga
Penulis: Fiona Sihasale | Editor: Marius Frisson Yewun
Ringkasan Berita:
- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Biak mulai menerapkan sistem pembayaran layanan air bersih menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai bagian dari upaya digitalisasi pelayanan publik di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua.
- Selain menghadirkan layanan pembayaran melalui QRIS, PDAM Biak juga telah memiliki aplikasi “PDAM Pintar” yang dapat dimanfaatkan pelanggan untuk mengakses berbagai layanan pembayaran dan informasi tagihan air secara digital.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale
TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Biak mulai menerapkan sistem pembayaran air bersih berbasis nontunai atau menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai bagian dari upaya digitalisasi pelayanan publik di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua.
Direktur PDAM Biak, Charles Makuker saat dikonfirmasi mengatakan penerapan transaksi digital tersebut bertujuan mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran tagihan air secara lebih cepat, praktis, dan aman tanpa harus selalu menggunakan uang tunai.
Menurutnya, transformasi pembayaran digital yang mulai diterapkan PDAM Biak tidak hanya membantu pelanggan, tetapi juga meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi di internal perusahaan. Dengan sistem pembayaran non tunai, proses transaksi dinilai menjadi lebih efisien dan transparan.
Baca juga: Pemkab Supiori Dorong Kiamdori dan Maudori Jadi Destinasi Wisata Religi Unggulan
“Penggunaan transaksi digital QRIS ini tentu sangat membantu PDAM maupun pelanggan dalam melakukan pembayaran. Masyarakat sekarang bisa lebih mudah melakukan transaksi tanpa harus selalu membawa uang tunai,” ujar Charles Makuker di Biak, Kamis (14/5/2026)
Selain menghadirkan layanan pembayaran melalui QRIS, saat ini PDAM Biak juga telah memiliki aplikasi “PDAM Pintar” yang dapat dimanfaatkan pelanggan untuk mengakses berbagai layanan pembayaran dan informasi tagihan air secara digital.
“Kami sudah memiliki aplikasi PDAM Pintar dan juga fasilitas pembayaran menggunakan QRIS untuk mempermudah pelanggan dalam membayar kewajibannya. Ini bagian dari upaya kami mengikuti perkembangan digitalisasi pelayanan publik,” katanya.
Baca juga: Wabup Biak Sebut Paroki Kerahiman Ilahi Mitra Pembangunan Karakter
Menurut Charles, penerapan sistem pembayaran digital tersebut menjadi bagian dari komitmen PDAM Biak dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Melalui layanan digital, pelanggan diharapkan tidak lagi mengalami kesulitan dalam melakukan pembayaran tagihan air setiap bulan.
Disisi lain, Ia juga memastikan layanan pembayaran tunai tetap tersedia bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan transaksi digital. Pelanggan masih dapat melakukan pembayaran secara langsung dengan mendatangi kantor PDAM Biak.
“Kami memahami bahwa belum semua masyarakat terbiasa menggunakan transaksi digital. Karena itu pembayaran tunai tetap kami layani di kantor PDAM,” jelasnya.
Baca juga: BRI KPR Solusi Beri Alternatif Pembiayaan Properti untuk Hunian dan Investasi
Ke depan, PDAM Biak akan terus melakukan sosialisasi kepada pelanggan mengenai penggunaan QRIS dan aplikasi digital agar masyarakat semakin memahami manfaat transaksi non tunai dalam pelayanan publik.
“Kami akan terus melakukan sosialisasi agar pelanggan dapat memahami penggunaan QRIS dalam pembayaran layanan air. Harapannya, dengan kemudahan digitalisasi ini dapat memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan,” pungkasnya.(*)
Tribun-Papua.com
Info Biak Numfor
Kabupaten Biak Numfor
Biak Numfor
Bupati Biak Numfor
Pemkab Biak Numfor
| BRI KPR Solusi Beri Alternatif Pembiayaan Properti untuk Hunian dan Investasi |
|
|---|
| Persipura Gagal Promosi, Ini Kata Manajemen soal Nasib Rahmad Darmawan |
|
|---|
| Kuasa Hukum Sebut Polda Tidak Terbuka Soal Penembakan Warga Sipil Tolikara |
|
|---|
| Legislator PSI Agus Kogoya Bantu 15 Sak Semen untuk Gereja di Hubikiak |
|
|---|
| Buntut Kericuhan di Dogiyai Papua Tengah, Empat Polisi Dipecat dan 8 Lainnya Demosi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/osapdasmdaokgksajhdasuiwoiasa334.jpg)