Sabtu, 25 April 2026

Pengolahan Tinja Jayapura

Wujudkan Kota Sehat, PTAM Jayapura Gandeng Operator Tinja Swasta dan UNICEF

Kegiatan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Tanah Papua, khususnya Kota Jayapura, karena untuk pertama ka

Tribunnews.com/Taniya Sembiring
MOU PENGOLAHAN TINJA - Direktur Utama PTAM Jayapura, Entis Sutisna saat menandatangani kerja sama PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani dengan Operator sedot tinja di Kotaraja Jumat, (28/11/2025) untuk menciptakan Kota Jayapura yang sehat dan aman. 
Ringkasan Berita:
  • MoU Sanitasi Aman: PTAM Jayapura, operator sedot tinja swasta, dan UNICEF berkolaborasi untuk pengelolaan sanitasi aman di Kota Jayapura.
  • Sistem Terstruktur Pertama: Kerjasama ini membentuk sistem sedot tinja terstruktur dan berkelanjutan yang pertama di Tanah Papua.
  • Pembuangan Limbah Wajib di IPLT: Operator diwajibkan mencatat data dan membuang limbah ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Koya Koso, bukan ke perairan.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com,Taniya Sembiring 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Dalam upaya mewujudkan kota yang sehat dan bersih, PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda) resmi menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan para operator sedot tinja swasta, didampingi oleh UNICEF Tanah Papua di Hotel Horison Kotaraja, Jumat, (28/11/2025). 

Acara ini dirangkaikan dengan sosialisasi pentingnya sanitasi aman kepada masyarakat.

Kegiatan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Tanah Papua, khususnya Kota Jayapura, karena untuk pertama kalinya sistem pengelolaan sedot tinja dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan.

Baca juga: Livin Fest Mandiri di Jayapura Dorong Integrasi UMKM dan Digital

Reza Hendrawan, Wash Officer UNICEF Tanah Papua menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih melalui pengelolaan sanitasi yang aman dan terjadwal.

“Kami mendampingi PTAM dalam mengidentifikasi dan menyusun prosedur teknis, serta memberikan sosialisasi kepada operator sedot tinja. Minimal ada dua kewajiban utama. Pertama, pencatatan data dan kedua, pembuangan limbah di lokasi yang benar, bukan di pantai atau sungai,” jelas Reza saat diwawancarai Tribun-Papua.com 

UNICEF juga berharap Jayapura bisa menjadi pusat pembelajaran sanitasi aman di Papua, sehingga tidak perlu lagi studi banding ke daerah lain seperti Jawa atau Makassar.

Baca juga: Amnesty Kecam Serangan Drone di Yahukimo, Tuntut Investigasi Independen dan Adili Pelaku

Direktur Utama PTAM Jayapura, Entis Sutisna menyambut baik kerja sama ini dan menyebutnya sebagai langkah strategis dalam memastikan pengelolaan sanitasi yang profesional dan ramah lingkungan.

“Dengan adanya MoU ini, kami bisa mengatur kerja sama operasional dengan para pengusaha sedot tinja. Limbah yang disedot akan langsung dibuang ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Koya Koso, Distrik Muara Tami yang telah memenuhi standar teknis dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi bagian dari komitmen bersama antara pemerintah daerah, sektor swasta dan mitra pembangunan untuk mendukung target sanitasi aman di Jayapura.

Baca juga: Pembangunan Sumber Air Sebergonji Dilanjutkan 2026, Pemprov Papua Siap Tuntaskan Tuntutan Adat

Dengan sistem yang tertata, masyarakat akan mendapatkan manfaat langsung berupa lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kami percaya, dengan dukungan UNICEF dan partisipasi aktif para operator, Jayapura bisa menjadi contoh kota dengan pengelolaan sanitasi terbaik di Papua,” tutup Entis.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved