ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Info Kabupaten Jayapura

Gustaf Griapon Ajak Pemuda Gereja GKI Efata Ardipura Bijak Gunakan Teknologi Digitalisasi

Kita hidup di zaman yang penuh teknologi, di mana digitalisasi dan AI bukan lagi masa depan, tetapi realita hari ini

|
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com
PELATIHAN - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon foto bersama usai memberi materi penggunaan gadget dan Media Artificial Intelligence (AI) di Kalangan Anak Muda dan Persekutuan Anak dan Remaja (PAR) tetapi juga kepada anggota Jemaat GKI Efata Ardipura III, Kota Jayapura.  

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon memberi materi penggunaan gadget dan Media Artificial Intelligence (AI) di Kalangan Anak Muda.

Materi ini ditujukkan kepada anggota Persekutuan Anggota Muda (PAM) dan Persekutuan Anak dan Remaja (PAR) tetapi juga kepada anggota Jemaat GKI Efata Ardipura III, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Senin (1/9/2025).

Baca juga: Dukcapil Kabupaten Jayapura Kelola Dana Otsus Rp 2 Miliar, Utamakan Pendaataan OAP

Dalam materinya, Gustaf Griapon berpesan kepada anak-anak muda dan anggota jemaat untuk menggunakan gadget dan media AI dengan bijak di era digitalisasi sekarang ini.

“Kita hidup di zaman yang penuh teknologi, di mana digitalisasi dan AI bukan lagi masa depan, tetapi realita hari ini. Mari kita selami bagaimana iman kita berinteraksi dengan era ini,” ujarnya.

Dikatakan, teknologi termasuk AI bukanlah dosa atau musuh, sebaliknya ini adalah alat yang Tuhan izinkan ada di tangan kita.

"Hikmat ilahi memampukan kita mengelola alat ini, bukan diperbudak olehnya."

Menurut Gustaf, kehadiran gadget dan AI membawa kesempatan dan tantangan. AI dapat menjadi penolong dalam belajar, berkarya, dan menyebarkan kabar baik injil ke berbagai penjuru dunia.

Baca juga: Layanan Puskesmas di Kabupaten Jayapura Diharapkan Berjalan Maksimal

Sedangkan tantangannya adalah, tanpa kendali dan hikmat, AI bisa menjauhkan diri dari Tuhan melalui konten negatif, hoaks, cyberbullying, atau pornografi.

Untuk itu, Gustaf, mengajak pemuda, remaja, dan anak-anak menjadi penyaring informasi yang bijak dengan beberapa metode yakni, verifikasi sumber yang kredibel dan terpercaya. 

Menurutnya, jangan mudah percaya hanya dari satu platform, dan yang lebih utama adalah, libatkan Tuhan dalam proses penyaringan informasi sehingga mampu membedahkan mana kebenaran dan mana kebohongan.

Baca juga: Lokakarya Usaha Kesehatan Sekolah di Kabupaten Jayapura Bahas Pemodelan MBG Terintegrasi 

Di tempat yang sama, Sekretaris Urusan Pelayanan dan Pembinaan Jemaat (UP2J) Jemaat GKI Efata Ardipura III, Penatua (Pnt) Yusias H Imbury berharap materi yang diterima anak-anak dengan baik untuk menghadapi perkembangan zaman dan perkembangan teknologi yang sangat pesat.

Ia juga berharap, materi-materi  tersebut tidak hanya di sampaikan lagi pada jemaat-jemaat lain pada lingkup Sinode GKI Di Tanah Papua, tetapi juga di dedominasi gereja-gereja lainnya. (*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved