Kamis, 21 Mei 2026

Info Mimika

Harga Daging Babi di Mimika Turun Jadi Rp140.000 Per Kilogram

Berdasarkan pantauan Tribun-Papua.com pada Selasa, (3/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIT, harga tersebut berlaku di lapak daging babi

Tayang:
Tribun-Papua.com
DAGING BABI - Nampak para pedagang daging babi melayani pembeli di lapak daging babi Pasar Sentral Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Selasa (3/2/2026). Harga daging babi di Pasar Sentral Mimika turun menjadi Rp 140.000 per kilogram. 
Ringkasan Berita:
  • Penurunan Harga: Harga daging babi di Pasar Sentral Mimika turun menjadi Rp140.000 per kg dari sebelumnya Rp150.000 per kg.
  • Penyebab Utama: Penurunan ini dipicu oleh melimpahnya pasokan ternak dari peternak setelah wabah penyakit berhasil diatasi.
  • Daya Beli Tinggi: Meskipun harga turun, pedagang melaporkan bahwa daya beli masyarakat tetap tinggi sejak awal tahun 2026.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Harga daging babi segar di Pasar Sentral Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah mengalami penurunan. 

Saat ini daging babi dijual dengan harga Rp140.000 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp 150.000 per kilogram.

Berdasarkan pantauan Tribun-Papua.com pada Selasa, (3/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIT, harga tersebut berlaku di lapak daging babi Pasar Sentral Mimika yang terletak di Jalan Hasanudin, Kabupaten Mimika.

Salah satu pedagang daging babi, Anto, mengatakan penurunan harga terjadi karena pasokan babi yang cukup melimpah.

“Harga daging babi sekarang Rp140.000 per kilo. Ada juga yang dijual Rp 200.000 untuk ukuran satu kilo setengah. Kalau yang 7 – 8 ons dijual Rp 100.000 per iris. Untuk ukuran paha tergantung besar kecilnya, harganya berkisar Rp 1.300.000 sampai Rp 1.400.000 per paha,” ujarnya.

Baca juga: OJK Edukasi ASN Papua Pegunungan Waspada Pinjol dan Investasi Bodong

Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Lince. Ia menjelaskan bahwa turunnya harga daging babi dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan dari para peternak.

“Untuk isian daging babi seperti jeroan, hati, paru, dan jantung dibanderol Rp 50.000 per tumpuk. Potongannya juga cukup besar karena stok sudah tercukupi,” jelas Lince saat ditemui di lapak daging babi Pasar Sentral Mimika.

Menurutnya, daya beli masyarakat sejak awal tahun 2026 cukup tinggi.

“Selama ini daya beli masyarakat meningkat. Selain karena potongannya besar, jumlah daging yang kami dagangkan juga lumayan banyak yang terjual,” katanya.

Baca juga: Akselerasi Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Gelar Program Mandiri  Belanja Untung di Mal Jayapura

Sebelumnya, harga daging babi sempat melonjak hingga mencapai Rp 200.000 per kilogram pada Juni 2025. Kenaikan harga tersebut disebabkan oleh berkurangnya populasi ternak babi akibat wabah penyakit menular yang menyebabkan banyak ternak mati, sehingga stok menjadi terbatas.

Namun, seiring berjalannya waktu, wabah penyakit tersebut berhasil diatasi. Stok ternak babi kembali meningkat dan berdampak pada penurunan harga secara bertahap, dari Rp200.000 per kilogram menjadi Rp 180.000, kemudian Rp 150.000, hingga kini Rp 140.000 per kilogram.

Lince berharap ketersediaan stok babi dan pakan tetap terjaga agar harga daging babi dapat stabil ke depannya.

Kabupaten Mimika di Provinsi Papua Tengah, terdiri dari 18 distrik. Mimika ini merupakan salah satu daerah di Tanah Papua yang dijuluki Kota Dolar sebab perputaran ekonomi di sana, paling tinggi di enam provinsi se-Tanah Papua. 

Upah Minimum Kabupaten (UMK) Mimika 2025 - 2026 adalah Rp5.005.678 per bulan, lebih besar dibanding UMK Kota Jayapura yang merupakan Ibu Kota Provinsi Papua sebesar Rp4.436.283 per bulan.

Baca juga: Bacaan Niat Mengganti atau Qadha Puasa Ramadan

Julukan itu diiyakan sebagian besar masyarakat Papua sebab di sana terdapat perusahaan tambang emas berskala Internasional yaitu PT Freeport Indonesia atau yang biasa disingkat PTFI, dan banyak pekerja dari luar Indonesia. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved