Jumat, 8 Mei 2026

Harga cabai di Mimika

Harga Cabai Rawit di Mimika Tembus Rp120 Ribu Meski Stok Lokal Melimpah

Dari pantauan Tribun-Papua.com pada pukul 10.00 WIT di Pasar Sentral Mimika, harga bawang merah dan bawang putih masih stabil di

Tayang:
Tribun-Papua.com
PEDAGANG MIMIKA - Aktivitas jual beli di Pasar Sentral Mimika jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Harga cabai di Mimika meroket dari Rp60 ribu menjadi Rp160 per kilogram. 

Ringkasan Berita:
  • Harga cabai rawit dan cabai keriting naik signifikan jelang Lebaran.
  • Sejumlah komoditi lain seperti bawang, tomat, dan sayuran relatif stabil.
  • Permintaan meningkat jadi pemicu utama kenaikan harga.
  • Stok cabai sebenarnya melimpah, namun terdorong permintaan luar daerah.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan jelang H-2 Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Pasar Sentral, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Kamis (19/3/2026).

Kenaikan harga terlihat pada beberapa komoditas utama, khususnya cabai. Harga cabai rawit kini mencapai Rp120 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp60 ribu per kilogram. 

Sementara itu, cabai keriting naik menjadi Rp80 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp60 ribu per kilogram.

Baca juga: Panitia PHBI Nabire Pusatkan Salat Id 2026 di Halaman Kantor Gubernur Papua Tengah

Dari pantauan Tribun-Papua.com pada pukul 10.00 WIT di Pasar Sentral Mimika, harga bawang merah dan bawang putih masih stabil di angka Rp60 ribu per kilogram. 

Tomat dijual Rp35 ribu per kilogram, kol berkisar Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram, buncis Rp60 ribu per kilogram, dan jahe Rp70 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Sentral Mimika, Fattir, mengatakan kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Baca juga: Dana MRP Tidak Cair, Ismail Asso Ancam Laporkan Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo ke Kemendagri

“Harga cabai memang naik sudah dari empat hari lalu menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.

Kenaikan harga tersebut juga dipengaruhi oleh pedagang lain yang menjual dengan harga serupa di pasaran.

Sementara itu, harga sayuran seperti kangkung, bayam, sawi dan kacang panjang masih relatif stabil, yakni berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000 per ikat, tergantung jumlah dalam satu ikat.

Meskipun beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, minat beli masyarakat tetap tinggi. Hal ini dipicu meningkatnya kebutuhan rumah tangga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Ada beberapa harga bumbu dapur yang naik sejak empat hari lalu, tapi pembeli tetap belanja. Mungkin karena kebutuhan menjelang hari raya,” ungkapnya.

Baca juga: Mahasiswa Papua Tantang MRP Buka Debat Publik Soal Kinerja dan Keberpihakan

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mimika, drh Sabelina Fitriani, MSi bersama jajaran telah melakukan peninjauan di Pasar Sentral Timika pada Rabu (18/3/2026).

Dari hasil pemantauan tersebut, diketahui bahwa stok cabai rawit lokal sebenarnya dalam kondisi melimpah karena tingginya hasil panen petani. 

Namun, adanya permintaan dari luar daerah dengan harga lebih tinggi mendorong petani dan pedagang menaikkan harga di tingkat lokal.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved