Senin, 20 April 2026

Protes Warga

Warga Mimika Sindir Pemerintah Melalui Aksi Memancing di Jalan Raya

Nampak dalam unggahan video beredar, warga tersebut menggunakan alat pancing sungguhan, layaknya memancing di laut. Hanya saja,

TribunPapuaTengah.com
SINDIR PEMERINTAH MIMIKA - Seorang warga Timika melakukan aktivitas memancing di Atas Jalan Ahmad Yani, Timika, Papua Tengah, Minggu (19/4/2026). Ini bentuk sindiran sebab jalan itu selalu meluap ketika turun hujan. 
Ringkasan Berita:
  • Aksi Sindiran: Seorang warga Mimika memancing di tengah Jalan Ahmad Yani sebagai bentuk protes unik kepada pemerintah setempat.
  • Drainase Buruk: Protes tersebut dipicu oleh luapan air yang menggenangi jalan raya akibat fungsi drainase Kota Timika yang buruk.
  • Viral di Medsos: Aksi pria bertopi koboi ini menarik perhatian warga hingga viral melalui siaran langsung TikTok di lokasi.

 

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Seorang warga Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah melakukan aksi sindir terhadap pemerintah setempat, dengan melakukan aktivitas memancing di atas Jalan Ahmad Yani pada Minggu (19/4/2026).

Nampak dalam unggahan video beredar, warga tersebut menggunakan alat pancing sungguhan, layaknya memancing di laut. Hanya saja, pada aktivitas kali ini, warga tersebut memancing di atas jalan yang telah ditutupi luapan air.

Baca juga: Pimpinan DPR Papua Tengah Cegat Panglima TNI di Magelang Demi Tragedi Puncak

Genangan air itu terjadi karena drainase yang buruk atau tidak berfungsi saat terjadi hujan di Kota Timika.

Penampilan pria tersebut kemudian menyita perhatian warga sekitar maupun pelintas.

Masyarakat mengabadikan momen tersebut dengan cara live Tiktok.

Baca juga: Jalan Trans-Papua di Keerom Longsor, Ratusan Truk Logistik Menuju Wamena Tertahan

Nampak warga menonton aksi dilakukan pria bertopi keboi tersebut.

Momen langkah tersebut merupakan protes dan sindiran halus warga kepada pemerintah, terkait kondisi yang mereka hadapi.

Mimika merupakan salah satu kabupaten dengan intensitas hujan cukup tinggi. BMKG bahkan selalu mengimbau warga untuk waspada potensi hujan sebab cuaca selalu berubah dan lebih banyak hujan, menyebabkan kawasan dengan penataan kurang baik, berpotensi terjadi banjir atau air meluap, terutama di permukiman warga maupun pusat kota.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved