Jumat, 24 April 2026

Info Kota Jayapura

Jelang Musda KNPI Pemuda Katolik Ingatkan Karateker Jaga Netralitas dan Profesionalisme

Penyelenggara Musda tidak melakukan pengkondisian yang berpotensi memecah belah pemuda di Kota Jayapura.

Tribun-Papua.com/Istimewa
PEMUDA KATOLIK JAYAPURA - Ketua Pemuda Katolik Komcab Kota Jayapura, Simon P. Bame saat memberikan keterangan kepada Tribun-Papua.com, Senin,(2/2/2026). Pemuda Katolik minta Musda KNPI Jayapura transparan. 
Ringkasan Berita:
  • Simon juga mengingatkan agar penyelenggara Musda tidak melakukan pengkondisian yang berpotensi memecah belah pemuda di Kota Jayapura.
  • Ia menilai, jika terjadi intervensi, maka hal tersebut bertentangan dengan semangat demokrasi yang diharapkan.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Ketua Pemuda Katolik Komisariat Kota Jayapura, Simon P. Bame, meminta pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Jayapura digelar secara terbuka, adil, dan demokratis tanpa adanya pengkondisian dukungan kepada kandidat tertentu.

Hal itu disampaikan Simon kepada Tribun Papua, Selasa (3/3/2026), menjelang pelaksanaan Musda KNPI Kota Jayapura.Menurutnya, panitia pelaksana dan panitia pengarah harus bekerja sesuai dengan tahapan resmi sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Baca juga: Pemuda Katolik Minta Musda KNPI Jayapura Terbuka Tanpa Kader Titipan

Ia menegaskan bahwa Musda merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat kabupaten/kota, sehingga seluruh prosesnya harus dijalankan secara profesional dan transparan.

“Musda adalah forum tertinggi di tingkat kota. Di dalamnya ada agenda penting seperti laporan pertanggungjawaban, pembahasan program kerja, serta pemilihan ketua. Karena itu, prosesnya harus terbuka dan tidak boleh ada intervensi,” tegas Simon.

Ia meminta kepada pengurus karateker KNPI Kota Jayapura agar memberikan ruang seluas-luasnya kepada seluruh kandidat, khususnya anak-anak muda Papua dan Indonesia, untuk berkompetisi secara sehat.

“Kami minta kepada pengurus karateker agar tidak menggunakan kewenangan untuk mengintervensi proses dukungan maupun rekomendasi kepada kandidat tertentu. Semua harus diberi kesempatan yang sama,” ujarnya.

Simon juga mengingatkan agar penyelenggara Musda tidak melakukan pengkondisian yang berpotensi memecah belah pemuda di Kota Jayapura.

Ia menilai, jika terjadi intervensi, maka hal tersebut bertentangan dengan semangat demokrasi yang diharapkan.

“Kalau ada pengkondisian, kami pastikan pemuda di Kota Jayapura akan terpecah. Pemimpin yang lahir dari proses yang tidak sehat akan menjadi pemimpin prematur dan tidak memahami amanat organisasi,” katanya.

Ia turut menyinggung pesan Wali Kota Jayapura yang sebelumnya mengajak seluruh elemen pemuda untuk bersama-sama mendukung pembangunan di Kota Jayapura, siapa pun yang terpilih sebagai ketua KNPI.

Baca juga: Ratusan Pemuda dan OKP Cipayung Hadiri Rapat Pimpinan Daerah KNPI Jayawijaya

“Wali Kota sudah menyampaikan bahwa siapa pun yang terpilih harus didukung bersama demi kemajuan Kota Jayapura. Maka jangan sampai ada tindakan yang tidak mencerminkan arahan tersebut,” ujarnya.

Simon berharap Musda KNPI Kota Jayapura dapat menjadi contoh proses demokrasi yang sehat, terbuka, dan bermartabat, sehingga melahirkan pemimpin yang benar-benar siap bertarung dan bekerja untuk kepentingan pemuda serta pembangunan daerah.

“Jadilah penyelenggara yang profesional. Ini Kota Jayapura, proses demokrasi harus terbuka agar pemimpin yang lahir benar-benar hasil kompetisi, bukan karena dijatuhkan atau dipaksakan,” pungkasnya. (*)
 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved