Natalius Pigai
KemenHAM dan Uncen Teken MoU, Natalius Pigai Dorong Pendidikan HAM Berbasis Budaya
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung
Penulis: Yulianus Magai | Editor: Marius Frisson Yewun
Ringkasan Berita:
- Kerja Sama Strategis: KemenHAM RI dan Universitas Cenderawasih resmi menjalin kerja sama pendidikan dan penyuluhan HAM di Papua melalui penandatanganan MoU.
- Visi Natalius Pigai: Uncen dipandang sebagai pusat persemaian generasi Papua cerdas untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang bermartabat.
- Kearifan Lokal: Pendidikan HAM di Papua akan dijalankan dengan tetap menghormati nilai-nilai adat dan budaya setempat agar lebih mudah diterima masyarakat.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Republik Indonesia resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura di Provinsi Papua dalam upaya memperkuat pendidikan dan penyuluhan hak asasi manusia di Tanah Papua.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Gedung Rektorat Universitas Cenderawasih di Kota Jayapura Jayapura, Senin, (19/1/2026).
Menteri Hak Asasi Manusia RI, Natalius Pigai, mengatakan Uncen memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia Papua. Oleh karena itu, kampus ini dinilai tepat menjadi mitra pemerintah dalam membangun kesadaran HAM secara berkelanjutan.
Baca juga: Tahun Baru Semangat Baru, Ratusan Bikers Honda Jayapura Pererat Silaturahmi di Kopdargab 2026
“Universitas Cenderawasih adalah pusat persemaian manusia Papua yang cerdas. Dari kampus inilah nilai-nilai hak asasi manusia harus ditanamkan agar melahirkan generasi yang bermartabat dan berperadaban,” ujar Natalius Pigai.
Pigai menjelaskan, Kementerian HAM memiliki berbagai program di bidang pendidikan, penyuluhan dan sosialisasi HAM yang dapat dikolaborasikan dengan perguruan tinggi. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman HAM bagi seluruh lapisan masyarakat, baik aparat negara maupun masyarakat sipil.
“Kami ingin membangun kesadaran HAM secara menyeluruh, mulai dari mahasiswa, aparatur sipil negara, aparat keamanan, hingga masyarakat umum,” katanya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Papua Besok, Selasa 20 Januari 2026: Biak Numfor Hujan Sedang di Malam Hari
Menurut Pigai, pendidikan HAM yang dikembangkan di Papua harus tetap berlandaskan pada nilai budaya dan kearifan lokal agar mudah diterima oleh masyarakat.
“Penghormatan, perlindungan dan pemenuhan HAM harus berjalan seiring dengan nilai adat dan budaya Papua,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, Menteri Hak Asasi Manusia RI Natalius Pigai juga mendorong agar peran akademik Universitas Cenderawasih tidak hanya terbatas di Tanah Papua. Menurutnya, penguatan pendidikan HAM perlu diperluas melalui jejaring kerja sama lintas wilayah di kawasan timur Indonesia.
“Pusat Studi HAM Universitas Cenderawasih tidak hanya berperan untuk Papua, tetapi juga bisa menjangkau Maluku dan Maluku Utara. Kerja sama lintas daerah ini penting agar pendidikan dan kesadaran HAM dapat berkembang secara merata di kawasan timur Indonesia,” kata Natalius Pigai.
Baca juga: Tips Astra Motor Papua: Mana yang Lebih Penting, Ganti Oli Berdasarkan KM atau Bulan
Pigai menegaskan, pendidikan HAM merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan Papua yang lebih baik.
“Penguatan pendidikan HAM adalah bagian dari upaya membangun Papua yang adil, damai, dan bermartabat. Dari kampus, kita menanamkan nilai-nilai kemanusiaan untuk masa depan generasi Papua,” pungkasnya.(*)
Tribun-Papua.com
Natalius Pigai
Fakultas Hukum Uncen
Wakil Rektor I Uncen
Mahasiswa Uncen 2025
BEM FEB Uncen
Kampus Uncen
Rentor Uncen
Uncen Jayapura
Dosen Uncen Jayapura
Universitas Cendrawasih (Uncen)
Penegak Hukum
Kasus Hukum
Hukuman Adat
Menteri Hukum dan HAM (Menkumham)
Lembaga Bantuan Hukum (LBH)
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)
| Jerit Mama-mama di Mamberamo Tengah, Dagangan Tak Laku hingga Terpaksa Barter Sayur demi Makan |
|
|---|
| Ritual Patah Panah Tandai Berakhirnya Konflik Suku di Jayawijaya |
|
|---|
| Ribka Haluk Terharu Saksikan Prosesi Damai Konflik Suku di Jayawijaya: Persaudaraan Harus Dijaga |
|
|---|
| Puluhan Siswa SD di Jayapura Diskors 3 Bulan akibat Absen Halalbihalal, Kepala Sekolah Bilang Begini |
|
|---|
| Sopir Taksi Bandara Sentani Klaim Tak Ada Pemeriksaan Telepon Genggam Penjemput Penumpang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/saksdakjdlasdkjlasda.jpg)