Persipura Jayapura
Rahmad Darmawan vs Bima Sakti, Persipura Dominan Tapi Gagal Menang
Bima Sakti menjelaskan strategi timnya yang bermain lebih sabar, terutama di babak kedua, untuk meredam agresivitas Persipura.
Penulis: Yulianus Magai | Editor: Paul Manahara Tambunan
Ringkasan Berita:
- Pelatih Persipura, Rahmad Darmawan, mengakui timnya sudah bermain sesuai rencana, namun belum maksimal dalam penyelesaian akhir.
- Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, mengaku puas dengan hasil imbang yang diraih timnya di kandang Persipura.
- Sejak awal timnya memang menargetkan satu poin dalam laga tersebut, mengingat kuatnya tekanan yang diberikan tuan rumah.
Laporan Wartawan Tribun Papua, Yulianus Magai
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Duel dua pelatih legendaris Indonesia, Rahmad Darmawan dan Bima Sakti, tersaji dalam laga Persipura Jayapura melawan Persela Lamongan pada lanjutan Pegadaian Liga 2 Championship di Stadion Lukas Enembe, Sabtu (11/4/2026).
Meski tampil dominan sepanjang pertandingan, Persipura harus puas berbagi angka setelah laga berakhir imbang tanpa gol. Tim Mutiara Hitam gagal memaksimalkan sejumlah peluang emas, termasuk kesempatan melalui titik penalti.
Sejak awal laga, Persipura langsung mengambil inisiatif serangan. Anak asuh Rahmad Darmawan tampil agresif dengan permainan cepat dan variasi serangan dari sisi sayap maupun tengah, membuat lini pertahanan Persela berada di bawah tekanan.
Namun, solidnya pertahanan tim tamu membuat setiap peluang yang diciptakan Persipura belum mampu berbuah gol hingga babak pertama berakhir dengan skor 0-0.
Baca juga: Championship Memanas: Adhyaksa dan Garudayaksa Duduki Puncak, Persipura Terpeleset ke Posisi Ketiga
Memasuki babak kedua, Persipura kembali mendapatkan peluang emas melalui titik penalti. Namun, eksekusi yang dilakukan gagal berbuah gol setelah kiper Persela, Rafli Mahreza, tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan.
Bahkan, ia juga sigap mengantisipasi bola rebound yang hampir saja dimanfaatkan menjadi gol oleh pemain Persipura.
Pelatih Persipura, Rahmad Darmawan, mengakui timnya sudah bermain sesuai rencana, namun belum maksimal dalam penyelesaian akhir.
“Malam ini kami belum bisa memberikan kebahagiaan dengan meraih tiga poin. Kami sudah menciptakan banyak peluang, tetapi belum bisa mengonversinya menjadi gol, termasuk penalti,” ujarnya usai pertandingan.
Menurut pelatih yang akrab disapa Coach RD tersebut, persoalan utama Persipura masih terletak pada ketenangan dalam menuntaskan peluang.
“Kami sudah sampai pada tahap menciptakan peluang dengan berbagai cara. Tinggal bagaimana kami lebih fokus dan tenang dalam penyelesaian akhir,” katanya.
Rahmad juga menegaskan dirinya tidak ingin menyalahkan pemain atas hasil tersebut. Ia justru mengambil tanggung jawab penuh sebagai pelatih.
“Saya tidak menyalahkan siapa pun. Ini menjadi tanggung jawab saya sebagai pelatih. Kami akan evaluasi bersama,” tegasnya.
Di sisi lain, pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, mengaku puas dengan hasil imbang yang diraih timnya di kandang Persipura.
“Kami bersyukur bisa menahan Persipura. Mereka tim yang bagus dan mengalami progres luar biasa sejak dilatih Coach RD,” ujar Bima Sakti.
Ia mengungkapkan, sejak awal timnya memang menargetkan satu poin dalam laga tersebut, mengingat kuatnya tekanan yang diberikan tuan rumah.
“Target kami memang satu poin. Kalau bisa curi gol itu bonus, tapi yang penting target tercapai,” katanya.
Bima juga menjelaskan strategi timnya yang bermain lebih sabar, terutama di babak kedua, untuk meredam agresivitas Persipura.
“Kami sengaja lebih sabar dan tidak membuat kesalahan di area berbahaya, karena kami tahu Persipura akan tampil all out,” jelasnya.
Pemain Persela, Rafiud Drajat, turut mengapresiasi kerja keras timnya yang mampu bertahan dari tekanan sepanjang laga.
“Kami respek kepada Persipura. Mereka tim yang solid. Satu poin ini hasil kerja keras semua pemain,” ujarnya.
Baca juga: Tiga Laga Penentuan, Persipura Diminta Tunjukkan Jati Diri Tim Besar di Indonesia
Hasil ini membuat Persipura kembali dihadapkan pada persoalan klasik, yakni tumpulnya lini depan. Di tengah dominasi permainan, kegagalan memaksimalkan peluang membuat tim harus puas berbagi angka di kandang sendiri.
Sementara itu, bagi Persela Lamongan, satu poin di Jayapura menjadi modal penting untuk menjaga asa bersaing di papan atas dan membuka peluang menuju Liga 1.
Dengan hasil ini, duel dua pelatih berpengalaman tersebut berakhir tanpa pemenang.
Namun, kedua tim tetap menunjukkan karakter dan strategi masing-masing dalam laga yang berlangsung dengan tensi tinggi tersebut. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/skadkasldjasda.jpg)