Tolak Seluruh Gugatan Praperadilan Kivlan Zen, Ini Pertimbangan Hakim

Hakim tunggal Achmad Guntur mempertimbangkan beberapa hal dalam memutuskan menolak seluruh gugatan praperadilan Kivlan Zen.

Tolak Seluruh Gugatan Praperadilan Kivlan Zen, Ini Pertimbangan Hakim
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mayor Jenderal TNI Purn Kivlan Zen tiba di gedung Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (29/5/2019). Kivlan Zein diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar. 

TRIBUNPAPUA.COM - Hakim tunggal Achmad Guntur mempertimbangkan beberapa hal dalam memutuskan menolak seluruh gugatan praperadilan Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen.

Salah satu yang dipertimbangkan adalah terkait penetapan Kivlan sebagai tersangka kasus kepemilikan senjata secara ilegal.

Hakim Achmad Guntur menilai, penetapan tersangka sudah memenuhi dua alat bukti.

Berdasarkan bukti yang diajukan pihak termohon di peradilan, terdapat bukti surat laporan tanggal 21 Mei, bukti berita acara pemeriksaan (BAP) saksi-saksi, BAP pendapat para ahli, BAP pemohon sebagai tersangka, surat penetapan penyitaan dan barang pemohon.

BREAKING NEWS: Presiden Jokowi Putuskan Ibukota Pindah ke Kalimantan

Bukti tersebut dinilai cukup untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka.

"Menimbang barang bukti yang diajukan termohon telah mencukupi dari dua alat bukti, secara formal telah dibuktikan di persidangan," kata Hakim Guntur di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/7/2019).

Proses penangkapan Kivlan juga dinilai telah memenuhi peraturan yang berlaku.

Pasalnya penangkapan Kivlan disertai dengan surat penangkapan yang berisi identitas, alasan dan uraian singkat pidananya.

Surat tersebut tertanggal 29 Mei 2019.

Jokowi Sudah Terima Sejumlah Nama Calon Menteri Kabinet Kerja Jilid 2, Akui Lebih Mudah Memilih

"Dengan adanya bukti surat tersebut dapat dibuktikan bahwa pemohon ditangkap berdasarkan surat penangkapan tersebut di atas yang di dalamnya sudah diuraikan secara singkat tindak pidana yang disangkakan yaitu tanpa hak menyimpan senjata api," ucap Guntur.

Kivlan Zen dijadikan tersangka oleh Polda Metro Jaya karena diduga telah terlibat dalam kepemilikan senjata secara ilegal yang rencananya akan digunakan untuk membunuh sejumlah tokoh nasional.

Tidak terima dengan penetapan tersangka tersebut, Kivlan Zen mengajukan praperadilan ke PN Jakarta Selatan pada 20 Juni 2019.

Gugatan tersebut dilayangkan terekait penetapan tersangka yang dinilai tidak tepat.

(Walda Marison)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ini Pertimbangan Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Kivlan Zen

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved