Kerusuhan di Papua

Sopir Taksi Ini Bisa Raih Rp 300 Ribu Per Hari, Berharap Papua Aman dan Damai untuk Cari Uang

Kerusuhan yang pecah di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat tak serta merta membuat warga pendatang ketakutan.

Sopir Taksi Ini Bisa Raih Rp 300 Ribu Per Hari, Berharap Papua Aman dan Damai untuk Cari Uang
Tribun Timur/Fahrizal Syam
Budiono (24), warga Jawa Timur yang bekerja sebagai sopir taksi bandara di Manokwari, Papua Barat. 

TRIBUNPAPUA.COM - Kemarahan warga Papua atas insiden yang terjadi di Jawa Timur, hingga berujung kerusuhan di beberapa daerah, tak serta merta membuat warga pendatang ketakutan.

Beberapa warga pendatang tetap berakitivitas seperti biasanya, mencari rejeki di tanah Papua.

Salah satunya Budiono (24), sopir taksi yang sehari-harinya mangkal di Bandara Rendani, Manokwari, Papua Barat.

Batasi Komunikasi, Mahasiswa Papua di Asrama Surabaya Belum Bersedia Terima Tamu

Budiono yang tak lain merupakan warga asli Jawa Timur, mengaku tak merasa takut dan terancam atas adanya konflik yang terjadi di Papua belakangan ini, khususnya Manokwari.

"Saya biasa saja sih mas, saya sudah cukup lama cari uang di sini, dan kejadian-kejadian seperti ini memang kerap terjadi di sini, tapi itu tak berlangsung lama kok," ungkap Budiono kepada Tribun Timur, Kamis (22/8/2019).

Budi mengatakan, saat ricuh terjadi di Kota Manokwari, ia tetap bekerja seperti biasanya di bandara, menunggu penumpang pesawat yang mau menggunakan jasanya.

Aktivis Sebut Ada 1 Presiden yang Bisa Pahami Rakyat Papua: Beliau Mengerti Apa yang Kami Inginkan

"Tetap mangkal. Waktu rusuh itu saya sempat lewat di kota dan memang banyak jalan yang ditutup warga, tapi kami tetap beraktivitas juga. Terganggu memang, tapi tak parah," ucapnya.

Budi, sapaan karibnya, sudah mulai menetap dan bekerja di Manokwari sejak 2014 lalu.

Ia tingga bersama istri dan anaknya, menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai sopir taksi.

"Saya ikut istri ke sini 2014 lalu, mulai cari uang dengan jadi tukang ojek, dan sekarang jadi sopir taksi," kata Budi.

Budi mengakui, bekerja di Bumi Cendrawasih cukup menjanjikan untuk penghasilan dan menghidupi keluarganya.

Bahas Solusi Kerusuhan di Papua, Gubernur Lukas Enembe Ngaku Tak Percaya Kekuatan Undang-undang

"Memang pengeluaran di sini besar mas, tapi pendapatan juga besar. Penghasilan minimal 200-300 ribu perhari kalau saya," ungkapnya.

Menanggapi kerusuhan, Budi berharap kejadian itu menjadi yang terakhir, dan kedamaian tetap terjaga di Papua, khususnya Manokwari.

"Kita harapnya yang aman-aman ajalah mas, hidup damai cari uang. Kalau kejadian yang kemarin itu, biarlah aparat yang menyelesaikan," pungkasnya.

(Laporan wartawan Tribun Timur - Fahrizal Syam)

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved