ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Kerusuhan di Papua

Terkait Pembatasan Internet, Wiranto: Kalau Papua Sudah Damai, untuk Apa Medsos Diblok

Wiranto menyatakan pemblokiran internet di Papua dan Papua Barat bakal dihentikan setelah kondisi di sana benar-benar aman.

Editor: Sigit Ariyanto
(Fabian Januarius Kuwado)
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto 

TRIBUNPAPUA.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyatakan pemblokiran internet di Papua dan Papua Barat bakal dihentikan setelah kondisi di sana benar-benar aman.

"Dibuka, pasti dibuka. Saya katakan bahwa kalau sudah damai untuk apa diblok medsos. Kalau sudah damai untuk apa aparat keamanan ribut-ribut ramai di sana," ujar Wiranto saat ditemui di acara kesenian bersama masyarakat Papua di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/9/2019).

Ia mengatakan saat ini Papua dan Papua Barat dalam keadaan aman.

Ia meminta situasi tersebut terus dijaga oleh semua elemen masyarakat di sana.

Isak Tangis Keluarga Warnai Pelepasan 300 Pasukan Brimob yang Dikirim ke Papua untuk Amankan Kondisi

Wiranto menambahkan, pemerintah hendak menunjukkan berbaurnya masyarakat Papua dengan seluruh masyarakat dari suku lain di Indonesia.

Ia mengatakan tak ada pengkotak-kotakan antara masyarakat Papua dan selainnya di Indonesia.

"Dengan demikian saya betul-betul sangat bersyukur bahwa acara ini, acara yang damai, acara yang riang gembira, acara budaya. Anak-anak, teman-teman dari Papua di Jakarta dan banyak tadi yang datang dari luar Jakarta, sama-sama mengabarkan bahwa kita semua bersaudara," ujar Wiranto.

Sementara itu, Polisi tak memungkiri bahwa pembatasan internet menjadi salah satu pemicu terjadinya aksi anarkis di Jayapura, Papua, Kamis (29/8/2019) silam.

Pasukan Tambahan Belum Akan Ditarik dari Papua dan Papua Barat Pasca-rusuh, Wiranto: Sabar, Tenang

Kendati demikian, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menuturkan bahwa pembatasan internet dilakukan untuk tujuan yang lebih baik dengan meminimalisasi konten negatif yang dapat memprovokasi massa.

"(Pembatasan internet) memang salah satu, bisa memicu, cuman kalau itu enggak diblokir, tambah lebih parah lagi," ujar Dedi saat ditemui di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (31/8/2019).

Pasalnya, lanjut Dedi, selain dugaan adanya provokasi di lapangan, polisi menduga masyarakat bertindak anarkis karena provokasi dari konten di media sosial.

Aparat kepolisian pun terus melakukan pemetaan atau mapping dan identifikasi terhadap akun-akun yang diduga membuat serta menyebarkan konten hoaks tersebut.

Dedi pun menegaskan bahwa situasi di daerah tersebut kini sudah kondusif, begitu pula di daerah lainnya di Papua dan Papua Barat. Menurut Dedi, kegiatan masyarakat sudah kembali normal.

(Rakhmat Nur Hakim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wiranto: Kalau Papua Sudah Damai, untuk Apa Medsos Diblok..."

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved