Kerusuhan di Papua

Pemprov Akan Utus Tim untuk Temui Mahasiswa Papua di Asrama Mahasiswa Surabaya

Pemerintah Provinsi Papua dipastikan mengutus tim ke Jawa Timur, guna menemui mahasiswa asal bumi cenderawasih di Jalan Kalasan no 10, Surabaya.

Pemprov Akan Utus Tim untuk Temui Mahasiswa Papua di Asrama Mahasiswa Surabaya
www.papua.go.id
Sekda Papua Hery Dosinaen, di Jayapura, Kamis 

TRIBUNPAPUA.COM - Pemerintah Provinsi Papua dipastikan mengutus tim ke Jawa Timur, guna menemui mahasiswa asal bumi cenderawasih di Jalan Kalasan no 10, Surabaya.

Dikutip TribunPapua.com dari laman resmi Pemprov Papua, Jumat (6/9/2019), tim diutus menindaklanjuti penolakan penguhuni asrama terhadap kunjugan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Pada saat itu, Gubernur Lukas Enembe didampingi Gubernur Jawa Timur Kofifah Indar Parawansa, beserta rombongan Forkompinda dari kedua provinsi.

Komnas HAM Sebut Pendekatan Dialog Bisa Akhiri Konflik di Papua

"Tim kembali ke surabaya untuk negoisasi dengan mereka (mahasiswa). Sebab, kemarin mahasiswa di sana tidak mau terima rombongan Gubernur Papua," terang Sekda Papua Hery Dosinaen, di Jayapura, Kamis (5/9/2019).

"Sangat disayangkan kemarin mahasiswa menolak. Namun bapak gubernur menyampaikan agar nanti dijadwalkan ulang tapi kita belum tahu kapan," lanjutnya.

"Harapannya tim bisa segera bertemu anak-anak mahasiswa di Surabaya," terangnya.

Polri Menduga Dalang Kerusuhan di Papua Telah Merancang Aksi hingga 1 Desember Mendatang

Sekda berharap sebelum bertemu tim, para mahasiswa agar tak terpengaruh dengan isu dari pihak lain yang dapat membuat susasana semakin memanas.

"Intiya jaga jangan sampai ada provokator yang main," harap sekda.

Pasca insiden Agustus lalu, suasana di asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan no 10 Surabaya, belum berbeda dari sebelumnya.

Gubernur Lukas Minta Proses Hukum 28 Pelaku Demo Anarkis Ditangani Polda Dan Kejaksaan di Papua

Asrama tersebut masih tertutup dan menolak kehadiran setiap orang di luar penghuni asrama.

Tulisan penolakan terhadap siapa pun yang datang, tetap terpampang di pintu masuk pagar asrama, sama seperti sejak awal.

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe didampingi Gubernur Jatim Kofifah Indah Parawansa, ditolak masuk ke dalam asrama.

(TribunPapua.com)

Penulis: Sigit Ariyanto
Editor: mohamad yoenus
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved