Kerusuhan di Papua
Dandim Jayawijaya Sebut Demo Anarkistis Pelajar SMA di Wamena Disusupi oleh Pihak Ketiga
Dandim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf Chandra Diyanto mengungkapkan, demo anarkis pelajar SMA di Kabupaten Jayawijaya disusupi KNPB.
TRIBUNPAPUA.COM, WAMENA - Dandim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf Chandra Diyanto mengungkapkan, demo anarkis pelajar SMA di Kabupaten Jayawijaya disusupi Kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB).
“Demo di Wamena memang murni dilakukan para pelajar SMA. Tapi aksi pembakaran sepertinya sudah terencana. Dan bisa saya katakan itu dilakukan kelompok KNPB,” ungkap Dandim, Senin (23/9/2019) tengah malam waktu Papua.
Dijelaskannya, kronologis demo yang dilakukan para pelajar SMA ini bermula adanya informasi yang viral di tengah-tengah masyarakat tentang dugaan ujaran rasisme diduga dilakukan seorang guru.
Akan tetapi, setelah dilakukan pengecekan hal itu tak benar terjadi.
• FAKTA TERKINI Kerusuhan di Wamena, 21 Orang Tewas, Ribuan Warga Mengungsi, Akses Internet Dibatasi
Chandra menegaskan, sebenarnya kemarin sama sekali tidak ada rencana unjuk rasa di Kota Wamena.
Unjuk rasa direncanakan akan berlangsung tanggal 26-27 September 2019.
“Ternyata kemarin unjuk rasa itu mendahului dari tanggal permintaan mereka. Nah, aksi unjuk rasa itu terjadi di sekolah PGRI. Kemudian kami bersama polisi mengiring mereka ke Polres. Namun, di tengah perjalanan ada aksi unjuk rasa yang dari hasil pengamatan kita tidak murni dari pelajar, akan tetapi mereka menggunakan seragam SMA,” pungkasnya.
Dari sinilah, lanjut Chandra, kemudian muncul aksi spontanitas dari mereka mengajak seluruh pelajar SMA di Kota Wamena untuk ikut turun ke jalan.
“Kita sudah coba redam bersama Bupati Jayawijaya, namun ajakan yang semakin kuat membuat jiwa muda para pelajar ini untuk ikut-ikutan turun ke jalan. Padahal, kemarin itu merupakan jadwal para pelajar melangsungkan ujian,” katanya.
• Kesaksian Dandim Jayawijaya di Lokasi Demo, Lihat Warga Bawa Senpi hingga Terjadi Kontak Senjata
Chandra menjelaskan, aksi anarkis bermula ketika para pelajar dari sekolah PGRI mengajak para pelajar SMA Yapis untuk ikut turun ke jalan namun tak diindahkan, sehingga mereka merusak sekolah Yapis.
“Jadi anarkis bermula ketika mereka merusak sekolah SMA Yapis, yang saat itu juga para pelajarnya dibuat ketakutan,” jelasnya.
Setelah peristiwa itu, tambah Chandra, para pelajar yang melakukan aksi unjuk rasa memaksa sekolah-sekolah lain untuk ikut turun ke jalan.
• Korban Tewas Kerusuhan Wamena Terus Bertambah, 4 Jenazah Ditemukan di Puing-puing Bangunan Terbakar
“Ajakan yang semakin kuat membuat jiwa muda para pelajar ini untuk ikut turun ke jalan. Jadi aksi ini murni dilakukan para pelajar. Namun aksi pembakaran ini sudah terencana dilakukan pihak ketiga, dimana hal ini kelompok KNPB,” pungkasnya.
Adapun titik-titik yang direncanakan dibakar, ungkap Chandra, yakni kantor pemerintahan dan tempat-tempat perekonomian.
“Seperti kita ketahui kantor bupati hangus terbakar, kantor PLN sebagai pusat penerangan dibakar dan tempat usaha serta rumah-rumah warga,” ujarnya.
(Penulis Kontributor Wamena, John Roy Purba)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dandim Jayawijaya: Demo Anarkistis Pelajar SMA di Wamena Disusupi KNPB"