Breaking News:

Mahasiswa Papua Pulang Kampung

Mahasiswa Papua Pulang Kampung, GMKI Minta Konflik Papua Tak Dilupakan di Tengah Banyaknya Isu Lain

Bahkan, akibat rentetan kejadian di Papua, sekitar 100 mahasiswa asal Papua yang ada di Salatiga kembali ke Bumi Cenderawasih.

Editor: Astini Mega Sari
(KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANA)
GMKI Salatiga meminta jaminan keamanan terhadap mahasiswa Papua yang sedang menuntut ilmu. 

TRIBUNPAPUA.COM - Insiden kemanusian di Wamena dan Jayapura menimbulkan keprihatinan bagi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Salatiga

Bahkan, akibat rentetan kejadian tersebut, sekitar 100 mahasiswa asal Papua yang ada di Salatiga kembali ke Bumi Cenderawasih.

Ketua GMKI Salatiga Roberto Duma Buladja mengungkapkan, pendekatan militeristik bukanlah solusi buat persoalan yang ada di Papua.

"Bahkan, kejadian-kejadian yang ada menjadikan mahasiswa Papua di Salatiga tidak nyaman. Mereka akhirnya tanpa pamit langsung pulang ke Papua," terangnya di Student Center Bina Darma Salatiga, Kamis (26/9/2019).

Terungkap Alasan Ribuan Mahasiswa Papua Pilih Berbondong-bondong Pulang Kampung dari Kota Studi

Roberto mengungkapkan, isu-isu besar yang ada saat ini, terutama terkait kinerja DPR RI dalam pembahasan undang-undang, jangan sampai melupakan persoalan yang ada di Papua.

"Di Papua saat ini masih marak tindakan represif aparat hingga adanya korban jiwa. Ini tidak boleh terus dibiarkan," kata mahasiswa UKSW ini.

Dia pun meminta Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi kinerja Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, Menkopolhukam Wiranto, serta Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Budi Gunawan.

2.047 Mahasiswa Papua Dilaporkan Pulang Kampung, Gubernur Sebut Jumlahnya Masih Bisa Bertambah

Mereka dinilai lalai dalam menjalankan tugas dalam rangka pencegahan ancaman terhadap ketertiban serta keamanan nasional.

Selain itu, dia menyoroti pemutusan jaringan internet di Papuan yang dilakukan Menkominfo Rudiantara. Menurutnya, tindakan itu sangat otoriter.

Karena di negara demokrasi, tidak boleh ada upaya penutupan informasi publik dan setiap orang berhak berkomunikasi dan mendapatkan informasi.

Aliansi Mahasiswa Papua Surabaya Tegaskan Veronica Koman adalah Pengacara Mereka

Dengan berbagai kejadian tersebut, lanjutnya, tercipta ketidaknyamanan bagi mahasiswa yang ada di Salatiga.

"Sebagai mahasiswa, yang diinginkan adalah nyaman dalam belajar. Kami tidak ingin saudara kami dari Papua terusik. Saat ini, dalam beberapa kegiatan mahasiswa Papua di Salatiga menarik diri. Kami mendesak agar mahasiswa Papua diberi jaminan keamanan dan kenyamanan," tegasnya.

(Kompas.com/Kontributor Ungaran, Dian Ade Permana)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 100 Mahasiswa Papua Balik ke Tanah Asal, GMKI Minta Jaminan Keamanan

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved