Breaking News:

Kerusuhan di Papua

Senin 7 Oktober Besok, Kegiatan Belajar Mengajar di Wamena Mulai Normal

"Menurut informasi, mulai Senin (7/10/2019), pendidikan di Wamena sudah normal kembali," kata Hadi.

Editor: Sigit Ariyanto
HANDOUT
Pembersihan puing kerusuhan di Pasar Wouma, Wamena, oleh personel TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya bersama polisi dan masyarakat, Jumat (4/10/2019). 

TRIBUNPAPUA.COM, JAKARTA - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyebutkan setidaknya ada 3.800 pengungsi di Wamena, Papua, yang menempati kantor koramil, kodim, maupun polsek.

Namun ia menyebut pada Senin (7/10/2019) besok, sekolah di Wamena sudah melakukan kegiatan belajar mengajar kembali.

"Khusus di Wamena, ada 3.800-an pengungsi berada di beberapa koramil, kodim, maupun polsek," kata Hadi Tjahjanto seusai peringatan HUT ke-74 TNI di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (5/10/2019).

Sedang di Jayapura, terdata sebanyak 8.600 pengungsi. Mereka yang tinggal di penampungan kurang lebih 3.500 pengungsi.

"Sedangkan yang 5.000 pengungsi lainnya ikut saudaranya di Jayapura," katanya.

Hadi memastikan pelayanan kesehatan dan logistik terhadap para pengungsi yang tinggal di lokasi-lokasi pengungsian berjalan baik.

Pekan Depan, Panglima TNI, Kapolri dan Empat Menteri Lainnya Akan Kunjungi Wamena Papua

"Logistik tidak ada masalah, bantuan kesehatan, termasuk dapur umum lapangan di Wamena berlangsung baik," katanya.

Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan, kata Panglima TNI, terus memantau kondisi para pengungsi yang tersebar di Wamena maupun Jayapura.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga segera merehabilitasi gedung-gedung yang rusak dan kemungkinan akan membangun hunian sementara bagi pengungsi.

"Ada juga paguyuban, seperti paguyuban dari Makassar, Madura, dan Sumatera Barat yang ikut memfasilitasi pengungsi," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved