Imbau Mahasiswa Tak Demo saat Pelantikan Presiden, Ketua MPR: Ini Menyangkut Harga Diri Bangsa

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengimbau, agar seluruh lapisan masyarakat tidak mengganggu ke kekhimatan pelantikan presiden dengan aksi demo.

Imbau Mahasiswa Tak Demo saat Pelantikan Presiden, Ketua MPR: Ini Menyangkut Harga Diri Bangsa
KOMPAS.com/Haryantipuspasari
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6/2019). 

TRIBUNPAPUA.COM - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyakini menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden tanggal 20 Oktober 2019 Indonesia akan tetap aman, damai dan penuh keselamatan.

Bambang mengimbau, agar seluruh lapisan masyarakat tidak mengganggu ke kekhimatan pelantikan presiden dengan aksi demo.

Sebab, acara tersebut akan dihadiri sejumlah kepala negara sahabat.

Mundurkan Pelantikan Jokowi-Maruf Jadi Pukul 16.00 WIB, Ini Alasan MPR

"Ini bukan hanya persoalan pelantikan Presiden Jokowi-K.H. Maruf Amin saja. Tetapi, lebih besar lagi menyangkut harga diri Bangsa Indonesia. Jika pelantikan presiden tidak aman maka negara lain akan memandang rendah serta mencibir Bangsa Indonesia," kata Bambang dalam keterangan tertulis, Rabu (9/10/2019). 

"Karenanya, saya mengimbau kepada semua pihak untuk bersama menjaga pelantikan Presiden berjalan aman dan lancar," sambungnya.

Bambang berharap, para mahasiswa dan kelompok masyarakat lainnya mengurungkan niat untuk berdemo saat pelantikan presiden dan wakil presiden.

Soal Calon Menteri, PDIP Minta Jokowi Dahulukan Partai Pengusung

"Sebab, image yang akan timbul adalah bahwa politik negara kita tidak stabil. Kalau tidak stabil maka akan berdampak pada ekonomi kita. Kalau ekonomi kita terganggu, ujung-ujungnya adalah rakyat juga yang dirugikan," ujarnya.

Lebih lanjut, Bambang berharap MPR dapat melaksanakan pelantikan presiden dan wakil presiden dengan penuh amanah.

"Berada di dunia politik tak ubahnya berjalan ditepian jurang. Jika salah mengambil langkah, tamat sudah. Dengan doa dari para hadirin, serta dengan selalu mengingat Allah dan mengingat bahwa jabatan itu hanya sementara, Insya Allah kita semua terhindar dari salah langkah, apalagi sampai masuk ke dalam jurang keterpurukan," pungkasnya.

Diberitakan, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) RI memundurkan pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Minggu (20/10/2019) mendatang dari yang semula pukul 10.00 WIB menjadi pukul 16.00 WIB. 

Bandingkan dengan SBY, Setara Institute Sebut Jokowi Tak Punya Formula Selesaikan Konflik Papua

"Saya pastikan 20 Oktober kenapa diundur dari jam 10 menjadi jam 4, kita ingin agar memberi kesempatan saudara-saudara kita beribadah pagi hari," kata Ketua MPR Bambang Soesatyo di rumah dinasnya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Bambang juga menyebut pelantikan dimundurkan ke sore hari agar tidak mengganggu aktivitas warga yang ingin berolahraga di area bebas kendaraan atau car free day.

"Karena akan ada penutupan jalan karena ada tamu-tamu kepala negara sahabat yang hadir. Kalau pagi maka akan ganggu rakyat kita yang olahraga. Makanya kami memutuskan dan mengusulkan kalau diterima diundur jam 4 sore," kata dia.

(Kompas.com/Haryanti Puspa Sari)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ketua MPR Imbau Mahasiswa Tak Demo Saat Pelantikan Presiden

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved