Inilah 5 Mitos Tempat Wisata di Indonesia, dari Bali hingga Pantai Parangtritis
Tempat wisata di Indonesia tak hanya pesona keindahan alam tetapi juga mitos yang tersimpan di dalamnya.
TRIBUNPAPUA.COM - Tempat wisata di Indonesia menyimpan pesona yang luar biasa.
Bukan hanya pesona keindahan alam tetapi juga mitos yang tersimpan di dalamnya.
Sebagai seorang wisatawan haruslah paham, mematuhi, dan menghormati aturan adat suatu tempat wisata.
Walau terkesan mitos tetapi hubungannya erat dengan nilai adat setempat.
Mitos dari suatu objek wisata bisa beraneka macam jenisnya
Ada yang dipercaya membuat enteng jodoh, membawa berkah hingga mitos-mitos yang membawa musibah.
• Pantai Wambar di Fakfak, Laut Biru Jernih Berpasir Putih yang Wajib Dikunjungi saat ke Papua Barat
Berikut serba-serbi mitos di tempat wisata populer yang ada di Indonesia.
1. Bali
Mitos ini mungkin sering didengar oleh para wisatawan yang pergi ke Pulau Dewata, yaitu tidak boleh menginjak sajen.
Umumnya sajen ini terbuat dari janur dan dipenuhi dengan bunga warna-warni serta aneka buah atau jajanan.
Sajen-sajen ini memiliki nilai spiritual dan dihormati bagi masyarakat asli Bali terutama pemeluk agama Hindu Dharma.
Canang sari merupakan upakara (perlengkapan) keagamaan umat Hindu Dharma untuk ritual persembahyangan setiap harinya.
Sajen paling umum dapat dilihat di setiap sudut Bali adalah canang sari. Bentuknya bulat atau kotak dan diisi dengan daun dan bunga warna warni, serta diberi dupa. Ukurannya setelapak tangan.
Canang sari dan sajen jenis lainnya mudah ditemukan di setiap perempatan, pagar, pohon besar, tempat suci, bahkan di jalan.
Masyarakat Bali percaya jika Canang sari adalah makanan yang disediakan untuk Buta Kala, roh halus yang yang menjadi penunggu pulau tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/pantai-parangtritis-dipadati-oleh-masyarakat.jpg)