Panglima TNI Sebut Papua Rawan Isu SARA dan Politik Uang saat Pilkada Serentak 2020

Panglima TNI mengatakan wilayah Papua masuk dalam kategori rawan isu SARA dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2020.

Panglima TNI Sebut Papua Rawan Isu SARA dan Politik Uang saat Pilkada Serentak 2020
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat ditemui seusai rapat dengan Komisi I, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/5/2018). 

TRIBUNPAPUA.COM - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan wilayah Papua masuk dalam kategori rawan isu SARA dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2020.

Hal tersebut dipaparkan Hadi dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/10/2019).

Mewanti-wanti soal Pemekaran Papua, Gubernur Lemhanas: Jangan Bertindak seperti Kolonial

"Adapun daerah yang diperkirakan berpotensi konflik karena isu SARA, konflik horizontal dan politik uang adalah wilayah Papua," kata Hadi.

Menurut Hadi terdapat potensi kerawanan pada Pilkada serentak tahun depan, terutama pada aspek penyelenggaraan.

"Selain itu pada aspek kontestasi dan aspek partisipasi di 270 daerah yang menggelar Pilkada secara serentak," katanya.

Papua Segera Dimekarkan, Wagub Jabar: Kami Orang Jawa Barat Merasa Cemburu

Menurutnya TNI akan dilibatkan dalam pengamanan Pilkada serentak sesuai dengan tahapan Pilkada yang berlangsung.

Untuk diketahui tahapan Pilkada dimulai pada 1 Oktober hingga 23 September 2020.

"Sebagaimana yang dilaksanakan pada pengamanan Pilkada serentak yang lalu TNI tentunya akan dilibatkan sesuai dengan tahapan Pilkada tersebut," pungkasnya.

(Kompas.com/Taufik Ismail)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Panglima TNI: Papua Rawan Isu SARA dan Politik Uang saat Pilkada Serentak

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved