Setelah Bebas dari Penjara, Ahmad Dhani Berencana Gelar Acara Khusus

Kuasa hukum Ahmad Dhani, Hendarsam Marantoko, mengatakan bahwa ada rencana baru saat kliennya keluar dari penjara.

Setelah Bebas dari Penjara, Ahmad Dhani Berencana Gelar Acara Khusus
Warta Kota/Angga Bhagja Nugraha
Ahmad Dhani dinyatakan bersalah dan divonis 1 tahun 6 bulan oleh Hakim karena melakukan ujaran kebencian lewat cuitan di akun Twitternya. Ahmad Dhani saat berada di dalam mobil tahanan, Senin (28/1/2019), seusai divonis bersalah. 

TRIBUNPAPUA.COM - Kuasa hukum Ahmad Dhani, Hendarsam Marantoko, mengatakan bahwa ada rencana baru saat kliennya keluar dari penjara.

Hendarsam mengatakan, rencana itu merupakan dibuatnya acara kejutan khusus untuk wartawan.

"Wah! Nanti, ya, dia akan mempersiapkan sesuatu dengan wartawan. Pokoknya nanti pada saat dia bebas ada acara khusus, tadi Dhani titip sesuatu untuk disampaikan," katanya saat ditemui di Lembaga Permasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta Timur, Senin (16/12/2019).

Kuasa hukum Ahmad Dhani yang lain, Ali Lubis, mengatakan acara khusus tersebut untuk menyampaikan agenda yang akan Dhani lakukan di 2020 mendatang.

Kuasa Hukum Sebut Ahmad Dhani Bakal Lebih Bijak setelah Bebas: Dia Kan Sudah Jadi Politisi

"Istilahnya nanti ada acara khusus, dia akan sampaikan seluruh agenda-agendanya yang dia akan laksanakan di tahun depan 2020," kata Ali.

Hendarsam menambahkan, selain menyampaikan agenda, Ahmad Dhani juga akan menyampaikan beberapa pernyataan yang menurut Ali akan viral.

"Ada beberapa statement yang dia sampaikan, sudah sampaikan ke kami sih, tapi kalau dikasih tahu nanti enggak jadi kejutan," ucap Hendarsam.

"Dia akan membuat sesuatu statement yang kira-kira akan viral, dia sudah siapkan itu," timpal Ali.

Banyak Menulis saat di Penjara, Ahmad Dhani Disebut Bakal Rilis Buku setelah Bebas

Sebagai informasi, Dhani menjalani hukuman penjara selama satu tahun sejak 28 Januari 2019 karena terjerat kasus "vlog idiot".

Adapun dalam kasus itu, Dhani divonis satu tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Surabaya karena terbukti melakukan pencemaran nama baik.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved