Bocah SD Ini Bunuh Diri Dihadapan Guru dan Teman Kelasnya seusai Dimarahi dan Dipukul
Menjaga ucapan kepada orang lain nampaknya harus dilakukan pada siapapun.
TRIBUNPAPUA.COM - Menjaga ucapan kepada orang lain nampaknya harus dilakukan pada siapapun.
Hal kecil yang kamu anggap remeh bisa jadi hal yang membuat orang lain mengambil langkah ekstrem.
Apalagi jika mengatakan pada anak kecil yang belum bisa mengontrol pikirannya dengan benar.
• Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Sopir Taksi Online, Pelaku Cari Korban dan Cancel Orderan 20 Kali
Seperti tragedi yang terjadi di sebuah sekolah dasar di Guangdong, China.
Xiaoru (nama samaran), siswi berusia 12 tahun bunuh diri di hadapan teman-teman sekelasnya pada Selasa (12/11/2019) lalu.
Ayah Xiaoru yang mendapat kabar tersebut pun bergegas ke sekolah putrinya.
Di sana ia melihat tubuh putri terbaring di tanah dan tak sadarkan diri.
Ayahnya menceritakan saat detik-detik terakhir Xiaoru yang tersenyum terakhir kali saat namanya disebut.
Bocah ini sudah berusaha dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.
Sayangnya nyawa Xiaoru tetap tidak tertolong.
Xiaoru mengalami kesulitan bernapas dan kehilangan banyak darah.
Ketika sang ayah menyaksikan rekaman CCTV untuk mengetahui apa yang terjadi sebelum insiden tersebut, air matanya tumpah.
Dilansir TribunMataram.com dari See Hua Daily kejadian ini terjadi saat jam istrirahat.
Berawal dari seorang guru matematika bernama Wang memaksa mengecek PR Xiaoru padahal saat itu jam istirahat dan sang murid belum sempat makan.
• Rok Terlilit Gir Motor saat Membonceng Samping, Wanita Ini Jatuh ke Aspal dan Tewas
Guru Wang melempar buku PR Xiaoru ke lantai karena belum selesai dikerjakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ilustrasi-pelecehan-seksual.jpg)