Minggu, 3 Mei 2026

Luhut-Prabowo dan Retno Beda Sikap soal Natuna, Komisi I DPR: Saya Harap Sikap Pemerintah Kompak

Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari berharap pemerintah RI bisa kompak menyikapi persoalan klaim China atas perairan Natuna.

Tayang:
Dok. DPR RI
Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari 

TRIBUNPAPUA.COM - Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari berharap pemerintah RI bisa kompak menyikapi persoalan klaim China atas perairan Natuna.

"Saya berharap sikap pemerintah kompak (sikapi persoalan di Natuna)," ujar Abdul Kharis kepada Kompas.com, Minggu (5/1/2020).

Sikap pemerintah atas masuknya tiga kapal asing asal China ke wilayah perairan Natuna yang merupakan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dirasanya tak kompak.

Natuna, Kritik Susi, hingga Riuhnya Tagar 'NatunaBukanNacina' di Twitter

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa hal itu tak perlu dibesar-besarkan.

Apalagi China merupakan salah satu investor besar di Indonesia.

"Sebenarnya enggak usah dibesar-besarin lah. Soal kehadiran kapal itu (di Natuna), sebenarnya kita juga kekurangan kemampuan kapal untuk melakukan patroli di ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif)," ujar Luhut di Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Senada, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyatakan bahwa permasalahan tersebut harus disikapi dengan cool dan santai.

Minta Pemerintah Tegas soal Natuna, Ketua MPR: China Tak Bisa Seenaknya meski Jadi Investor Besar

"Kita cool saja, kita santai," ucapnya sembari berlalu yang ditemui di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Berbeda dengan Luhut dan Prabowo, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi secara tegas tak mengakui klaim China atas wilayah ZEE tersebut.

"Tiongkok merupakan salah satu part dari UNCLOS 1982 oleh sebab itu merupakan kewajiban bagi Tiongkok untuk menghormati UNCLOS 1982," kata Retno seusai rapat koordinasi di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2020).

Oleh karena itu, selain meminta agar pemerintah kompak, Abdul Kharis pun meminta agar pemerintah melakukan tindakan nyata di lapangan dengan tegas, terarah, dan terukur kepada siapapun yang mengganggu kedaulatan RI.

Natuna Memanas, Ini Perbandingan Kekuatan Indonesia dan China Berdasarkan Belanja Militer

"Saya minta Pemerintah RI bukan hanya protes atas manuver kapal coast guard Tiongkok yang saat mengawal puluhan kapal yang diduga mencuri ikan di sekitar 3.8 Nautical Miles dari garis ZEE Indonesia, kalau terbukti beri tindakan tegas, terukur dan jelas kita tidak pernah main-main soal kedaulatan NKRI," kata dia.

Selain itu, Kharis juga meminta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk lebih serius membangun pertahanan RI, salah satunya dengan Maritime Surveillance System.

"Saya minta kepada Pak Menhan agar Sistem itu segera di integrasikan sehingga segala sesuatu yang sifatnya cegah dini kita harus bangun untuk mendeteksi lebih dini kapal-kapal asing yang masuk dan melakukan kegiatan di perairan Indonesia " kata dia.

(Kompas.com/Deti Mega Purnamasari)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Beda Sikap Luhut-Prabowo dengan Retno Tanggapi soal Natuna, Wakil Ketua Komisi I Minta Pemerintah Kompak

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved