Sabtu, 25 April 2026

Unggul Mana Peralatan dan Sumber Daya Militer Amerika Serikat vs Iran?

Memanasnya hubungan Iran dan Amerika menjadi sorotan dunia internasional. Bagaimana kekuatan keduanya?

YouTube The Infographics Show
Perbandingan Kekuatan Militer AS vs Iran, Amerika Lebih Unggul dalam Peralatan dan Sumber Daya 

TRIBUNPAPUA.COM - Memanasnya hubungan Iran dan Amerika menjadi sorotan dunia internasional.

Setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan membunuh jenderal tinggi Iran, Qasem Soleimani, banyak pertanyaan muncul bagaimana caranya Iran bisa menghadapi Amerika yang memiliki kekuatan militer terbesar di dunia.

Saat Iran berkabung atas kematian jenderalnya, kedua belah pihak saling meningkatkan kesiagaan, termasuk mengirim pasukan masing-masing.

Iran Akui Tembak Persawat Ukraina yang Membuat Ratusan Korban Tewas: Human Error, Gara-gara Amerika

Untuk kekuatan militer, seperti yang dilansir data Global Fire Power, Amerika menduduki peringkat pertama negara yang memiliki kekuatan militer terkuat di dunia.

Sementara itu, Iran berada jauh di bawahnya.

Iran menduduki posisi ke-14 dari 137 negara yang di-review.

globalfirepower.com

Namun, jaringan dan sekutu regional Iran yang kuat menjadi ancaman besar bagi AS.

Poin tersebut diperkirakan akan memainkan peran utama dalam meningkatkan ketegangan antara kedua negara.

Dilansir Metro UK, Presiden AS  Donald Trump mengatakan ia memerintahkan serangan udara di Bandara Internasional Baghdad karena Soleimani (62) berencana untuk membunuh orang Amerika yang tinggal di negara itu.

Trump menuduh komandan Soleimani atas serangkaian perang di Timur Tengah, termasuk serangan milisi 'yang diatur' terhadap pangkalan koalisi AS di Irak.

Soleimani juga dianggap telah menyetujui adanya demonstrasi dengan kekerasan di kedutaan besar Amerika di Baghdad awal pekan ini.

Jenderal Iran Qasem Soleimani Tewas, Wapres AS: Kini Amerika Lebih Aman

Iran sudah "memberi pelajaran" pada AS dengan adanya ancaman serangan dari pemimpin tertinggi Ayatollah Ahmad Khatami terhadap pasukan Amerika di Timur Tengah.

Ayatollah Ahmad Khatami memperingatkan bahwa sudah saatnya membersihkan daerah itu dari 'binatang buas yang berbahaya'.

Ia mengatakan:

"Saya memberi tahu orang Amerika, terutama Trump, kami akan membalas dendam yang akan mengubah siang hari mereka menjadi malam yang gelap."

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved