Kamis, 23 April 2026

Cemas Virus Corona Menyebar, Pemerintah Beijing Minta Warganya Tak Bersalaman

Pemerintah Beijing, China, meminta warga untuk tak tidak bersalaman sebagai bentuk pencegahan akan merebaknya virus corona.

Xinhua
Tim medis China menyebutkan pasien virus corona tidak selalu menunjukkan gejala telah terjangkit virus. 

TRIBUNPAPUA.COM - Pemerintah Beijing, China, meminta warga untuk tak tidak bersalaman sebagai bentuk pencegahan akan merebaknya virus corona.

Hingga Minggu (26/1/2020), patogen yang pertama kali dilaporkan di Wuhan, Provinsi Hubei, itu sudah menewaskan 56 orang, dengan 1.975 kasus orang yang terinfeksi.

Seorang Warga Negara China Dicurigai Terinfeksi Virus Corona, Diperiksa di Sorong Papua Barat

Melalui pesan teks, otoritas kesehatan Beijing meminta warga untuk tidak bersalaman. Mereka diminta untuk memberikan salam secara tradisional.

Selain itu, pemerintah ibu kota China itu berencana menangguhkan kegiatan belajar mengajar di sekolah dan universitas setelah liburan Tahun Baru Imlek usai.

Dilaporkan Reuters, Hong Kong sudah lebih dulu menerapkan penutupan lembaga akademik hingga 17 Februari setelah virus corona merebak.

Publik Negeri "Panda" meminta adanya transparansi, setelah pemerintah terkesan menutupi cara mereka dalam menangani patogen tersebut.

"Orang-orang di kampung halaman saya mencurigai jumlah korban terinfeksi yang diklaim oleh pemerintah," ujar Violet Li, warga salah satu distrik di Wuhan.

Dalam konferensi pers, Komisi Kesehatan Nasional China menyatakan, kemampuan penyebaran virus corona semakin kuat dengan kasus infeksi bisa semakin bertambah.

Sejauh ini, Beijing mencatatkan 1.975 kasus dengan korban meninggal mencapai 56 orang. Sebagian besar korban berasal dari Hubei dan Wuhan.

UPDATE Korban Meninggal Terjangkit Virus Corona 80 Orang Tewas, 2.300 Orang Terinfeksi

"Berdasarkan informasi klinis terbaru, kemampuan virus itu untuk menyebar entah bagaimana menjadi lebih kuat," papar kepala komisi, Ma Xiaowei.

Ma menerangkan, masa inkubasi virus corona terjadi antara satu hingga 14 hari, tergantung bagaimana kondisi infeksi terjadi.

Dia menyatakan, pemerintah pusat bakal semakin menggalakkan langkah pencegahan, yang antara lain membatalkan acara besar hingga menghentikan transportasi publik.

Sejumlah kalangan meragukan kemampuan China dalam menangani. Meski begitu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) urung mendeklarasikannya sebagai wabah internasional.

Virus corona itu menjadi perhatian dunia karena disebut mirip Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) yang mewabah pada 2002-2003, dan membunuh hampir 800 orang.

China Ungkap Ciri-ciri Orang yang Rentan Meninggal akibat Virus Corona Wuhan, dari 17 Korban Pertama

Patogen itu diyakini berasal dari Pasar Seafood Huanan, di mana tempat itu juga menjajakkan hewan eksotis dan liar seperti kelelawar hingga serigala.

Hingga saat ini, sudah ada 12 negara yang mengumumkan kasus positif virus corona, dengan Kanada menjadi yang terbaru melakukannya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved