Wabah Virus Corona Merebak, Warga Manado Ini Tak Khawatir dan Tetap Konsumsi Kelelawar
Seorang warga Manado, Sulawesi Utara, Frangki Salindeho menyebut kelelawar yang kerap disebut paniki itu memiliki rasa yang lezat.
"Konsumen harus sepenuhnya memahami risiko kesehatan dari memakan hewan liar, menghindari daging buruan, dan makan dengan sehat," ucapnya, Minggu (26/1/2020).
Peraturan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan 19 pakar kesehatan di China.
Pakar tersebut menyebut konsumsi dan perdagangan hewan liar adalah penyebab sejumlah penyakit.
Di antaranya yakni Severe Acute Respiratory Syndrome (Sars), dan flu burung H7N9.
• Virus Corona Merebak, Bill Gates Ternyata Pernah Prediksi soal Ancaman Virus sejak Tahun 2018
"Mengontrol atau bahkan menghilangkan makanan dan perdagangan hewan liar terkait tidak hanya diperlukan untuk perlindungan ekologis," ucap pakar kesehatan China.
"Tetapi juga sangat penting dalam mengendalikan risiko kesehatan masyarakat."
Pakar kesehatan itu menambahkan, resiko penularan penyakit semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kontak manusia dengan satwa liar.
Keterkaitan antara perdagangan dan konsumsi hewan liar sudah dicurigai sebagai sebab munculnya Virus Corona.
Sebab, banyak pasien dengan gejala pneumonia ditemukan telah bekerja atau tinggal di dekat wilayah Wuhan.(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)
Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Virus Corona Diduga Berasal dari Hewan Liar, Warga Manado Tetap Konsumsi Kelelawar, Ini Alasannya