Senin, 20 April 2026

DPR Pertanyakan Mengapa Bukan Pesawat Garuda yang Evakuasi WNI, dan Justru Batik Air

Maskapai penerbangan Batik Air yang membantu mengevakuasi 238 Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan, Cina.

(Tribunbatam.id/bereslumbantobing)
Warga Negara Indonesia (WNI) dari Kota Wuhan, Hubei, China yang tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, disemprot vaksin virus Corona, pada Minggu (9/1/2020). 

TRIBUNPAPUA.COM - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengapresiasi dukungan yang diberikan maskapai penerbangan Batik Air yang membantu mengevakuasi 238 Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan, Cina.

Hal itu dikatakannya disela-sela rapat kerja Komisi V DPR dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Rabu (5/2/2020).

5 Fakta WNI di Singapura Positif Virus Corona, Tak Pernah Pergi ke China dan Sudah Diisolasi

"Kita apresiasi sesama pimpinan yang mewakili Lion Air, saya mengucapkan terima kasih atas nama rakyat apa yang sudah dilakukan Lion Air itu luar biasa," kata Lasarus di Ruang Rapat Komisi V DPR, Senayan, Jakarta.

Politikus PDI Perjuangan ini mengucapkan terima kasih kepada Lion Group yang bersedia mengevakuasi WNI di Wuhan, karena kondisi di kota tersebut darurat penyebaran virus Corona.

Ia mempertanyakan perusahaan berpelat merah seperti Garuda Indonesia tidak bisa melakukan evakuasi WNI di Wuhan.

"Bukan perusahaan penerbangan yang berpelat merah yang melakukan evakuasi tetapi adalah perusahaan swasta murni yang bisa melakukan ini," ujarnya.

"Ini kami turut berbangga pak. Nanti kami akan ajak diskusi Garuda kenapa Garuda tidak bisa," imbuhnya.

Menkes Jaminkan Badannya

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD menyebut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjaminkan badannya untuk menangani para WNI dari China yang dikarantina di Natuna.

Mahfud MD menyebut masyarakat Indonesia, khususnya Natuna, tak perlu khawatir lantaran Terawan sudah menjamin jajaran tim medis bekerja secara maksimal mencegah virus corona.

Dilansir Tribunnews.com, hal itu disampaikan Mahfud MD dalam unggahan YouTube metrotvnews, Selasa (4/2/2020).

Tokoh Natuna di antaranya Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal yang didampingi wakilnya, Ketua DPRD, Ketua KNPI Natuna, perwakilan perguruan tinggi, dan anggota Pemuda Pancasila.

Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Wuhan, Hubei, China beraktivitas di depan Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (4/2/2020). Menurut data Kementerian Kesehatan bahwa 238 orang WNI yang menjalani proses observasi sebagai antisipasi tertular virus Corona bahwa kesehatannya dalam keadaan baik dan sehat, tidak ada satupun dari mereka yang menunjukkan gejala infeksi seperti demam, batuk dan pilek.
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Wuhan, Hubei, China beraktivitas di depan Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (4/2/2020). Menurut data Kementerian Kesehatan bahwa 238 orang WNI yang menjalani proses observasi sebagai antisipasi tertular virus Corona bahwa kesehatannya dalam keadaan baik dan sehat, tidak ada satupun dari mereka yang menunjukkan gejala infeksi seperti demam, batuk dan pilek. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Awalnya, Mahfud MD mewakili pemerintah pusat menjamin kondisi WNI dari China tidak membahayakan masyarakat setempat.

"Pemerintah menjamin bahwa penyelesaian pemulangan Warga Negara Indonesia di sana itu dilakukan dengan akurat, tidak membahayakan masyarakat Natuna," tegas Mahfud MD.

Selain itu, Terawan sebagai menteri yang ikut berkantor di Natuna juga menjamin pihaknya akan bekerja secara maksimal dalam observasi WNI.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved