Sabtu, 16 Mei 2026

Tergiur Uang Majikan di Laci, ART Rekayasa Drama Perampokan tapi Polisi Curiga dengan Ceritanya

Kasus perampokan dan penyekapan terhadap sorang asisten rumah tangga ( ART) bernama Etty Susanty ternyata hanya sebuah rekayasa dari “korban”.

Tayang:
(KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNG)
Wakapolres Prabumulih Kompol Agung Adhitya menanyakan motif rekayasa yang dilakukan ART toko tekstil Etty Susanti saat press conference kasus tersebut, Jumat (21/2/2020) 

TRIBUNPAPUA.COMKasus perampokan dan penyekapan terhadap sorang asisten rumah tangga ( ART) bernama Etty Susanty (sebelumnya disebutkan sebagai penjaga toko) ternyata hanya sebuah rekayasa dari “korban” Etty Susanty.

Perisitiwa ini sebelumnya menghebohkan warga Prabumulih, Sumatera Selatan.

Fakta Kasus Siswi SMP Disekap Pasutri Jahat, Ditawari Uang, Suntik KB hingga Ancaman Disantet

Sebab, terjadi di Jalan Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, Prabumulih. 

Terungkapnya bahwa kasus perampokan dan penyekapan itu hanyalah sebuah rekayasa, setelah polisi dari Satreskrim Polres Prabumulih melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi dan meminta keterangan saksi-saksi termasuk korban.

Dari pemeriksaan itu polisi menemukan banyak kejanggalan dan ketidaksesuaian dari keterangan korban dan fakta-fakta di lapangan.

Wakapolres Prabumulih Kompol Agung Adhitya mengatakan Jumat (21/2/2020), kejanggalan-kejanggalan itu seperti tidak ada sidik jari pelaku perampokan di titik pelaku masuk dan mengancam Etty dengan pisau. 

Padahal dikatakan Etty berjumlah dua orang.

Kejanggalan saat olah TKP

Warga dan polisi mendatangi Toko Tekstil Zahwa di Jalan Padat Karya Kecamatan Prabumulih Timur Prabumulih setelah terjadi persitiwa perampokan dan penyekapan terhadap penjaga toko dan seorang bayi anak pemilik toko pada Kamis (20/2/2020) pagi.
Warga dan polisi mendatangi Toko Tekstil Zahwa di Jalan Padat Karya Kecamatan Prabumulih Timur Prabumulih setelah terjadi persitiwa perampokan dan penyekapan terhadap penjaga toko dan seorang bayi anak pemilik toko pada Kamis (20/2/2020) pagi. ((KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNG))

Kejanggalan lain adalah lokasi perampokan di jalan padat karya merupakan jalan banyak pemukiman dan padat penduduk. 

“Ini saja sudah membuat kita curiga karena di daerah padat karya yang sangat padat bisa ada perampokan dengan masuk ke lantai dua sambil menodongkan pisau tapi tidak diketahui orang,” tambah Agung.

Oleh sebab itu polisi berkeyakinan tidak akan mungkin perampok berani beraksi di sana terutama saat siang hari.

Sementara saat perampokan disebut jam 10.00 WIB. 

Pengakuan Etty: terdesak kebutuhan keluarga

Dari fakta-fakta itu polisi lalu mendalami keterangan  korban Etty Susanti.

Akhinya setelah dilakukan pendalaman korban Etty yang sebelumnya mengaku sebagai korban mengakui bahwa perampokan itu adalah sebuah rekayasa dirinya. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved