Senin, 20 April 2026

Jenazah Pasien Suspect Virus Corona yang Diisolasi di RSUD Moewardi Solo Dibungkus Plastik

Jenazah pasien yang meninggal setelah dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi Surakarta, dibungkus plastik.

(KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)
Dokter Spesialis Paru RSUD Dr Moewardi Surakarta Harsini (kiri), Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo (tengah) dan Direktur RSUD Moewardi Cahyono Hadi saat konferensi pers di kantor Dinkes Jateng, Kamis (12/3/2020) 

TRIBUNPAPUA.COM - Jenazah pasien yang meninggal pada Rabu (11/3/2020) siang, setelah dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi Surakarta, dibungkus plastik.

Pihak rumah sakit menyebut, pasien itu meninggal bukan karena positif Virus Corona, melainkan karena gagal nafas atau pneumonia.

Dokter Spesialis Paru RSUD Dr Moewardi Surakarta Harsini mengatakan, pasien yang meninggal itu berjenis kelamin laki-laki berusia 59 tahun, jenazah telah dimakamkan sesuai prosedur penanganan Virus Corona.

Virus Corona Menyerang Dunia Sepak Bola, Pemain dari Juventus sampai Arsenal Positif Terjangkit

"Proses pemakaman jenazah kami perlakukan seperti pasien yang meninggal di RSUP Kariadi sesuai prosedur penanganan Virus Corona. Dibungkus plastik kemudian langsung dimasukkan ke peti. Dan tidak boleh ada keluarga pasien. Hanya ada tim medis," ujar Harsini saat konferensi pers di kantor Dinkes Jateng, Kamis (12/3/2020).

Masih dikatakan Hartini, sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil labotarium dari pasien suspect Corona tersebut.

"Penyebab virusnya sedang kita telusuri yang jelas karena gagal nafas atau pneumonia. Kita juga masih menunggu hasil lab dari Litbangkes yang sudah dikirim hari Selasa (10/3/2020). Apabila positif akan melakukan tracking tentang riwayat kontak pasien itu. Tapi mudah-mudahan hasilnya negatif," ujarnya.

Sambungnya, keluarga korban yang meninggal saat ini masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) hal ini akan berlangsung hingga hasil swab dari Litbangkes turun.

Dijelaskan Harsini, pasien yang meninggal tersebut tidak ada riwayat perjalan ke luar negeri dan tidak ada kontak dengan warga negara asing (WNA).

Namun, pasien itu sempat menghadiri acara seminar di Bogor pada 25 hingga 28 Febuari 2020.

Fadjroel Rachman Yakinkan Protokol Virus Corona Jelas, Fadli Zon: Ya Itu di Kertas Saja

Sementara itu, Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, pasien yang meninggal di RSUD Moewardi, penyebab kematiannya karena gagal nafas atau pneumonia.

"Jadi total di Jateng baru ada dua pasien PDP yang meninggal dunia, pasien yang di RSUP Kariadi dan pasien di RSUD Moewardi," katanya.

(Kompas.com/ Kontributor Semarang, Riska Farasonalia)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jenazah Pasien yang Diisolasi di RSUD Moewardi Dibungkus Plastik"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved