Jumat, 17 April 2026

Alasan Pasien Positif Corona Boleh Diisolasi di Rumah, Jubir RI: Agar RS Tak Penuh

Achmad Yurianto mengungkap alasan memperbolehkan pasien positif terjangkit Virus Corona ( Covid-19) tanpa gejala untuk mengisolasi diri di rumah

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto yang juga juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (6/3/2020). Dalam keterangan persnya Achmad Yurianto menyampaikan sebanyak empat orang dinyatakan suspect virus Corona karena telah melakukan kontak langsung dengan warga Depok yang positif sebelumnya dan mengalami gejala-gejala awal seperti Influenza yang kini tengah diobservasi dan menunggu hasil pasti dari pemeriksan laboratorium. 

TRIBUNPAPUA.COM - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona Achmad Yurianto mengungkap alasan memperbolehkan pasien positif terjangkit Virus Corona ( Covid-19) tanpa gejala untuk mengisolasi diri di rumah masing-masing.

Alasannya, agar jumlah pasien di rumah sakit tidak membeludak.

"Kenapa tujuannya mereka (mengisolasi diri) di rumah saja? Ya kalau gejalanya minimal, ya supaya rumah sakitnya enggak penuh," ujar Yuri kepada Kompas.com, Selasa (17/3/2020).

Kata 'penuh' yang dimaksud Yuri juga bukan hanya merujuk pada jumlah pasien positif Corona yang dirawat di rumah sakit tersebut, melainkan juga keluarga pasien yang datang untuk menjenguk.

Tentunya, kondisi itu membuat jumlah orang di rumah sakit semakin banyak.

Alasan lainnya, isolasi diri di rumah masing-masing membantu mencegah penularan Virus ke orang lain.

"Ini dalam rangka pengendalian penyakit ini supaya lebih baik," lanjut dia.

Sebelumnya diberitakan, Achmad Yurianto mengatakan, pasien positif Corona yang tidak memiliki gejala tidak akan dirawat di rumah sakit.

"Tidak berarti semua kasus positif harus diisolasi di rumah sakit. Ada beberapa kasus positif tanpa gejala yang akan kita lakukan karantina, kita isolasi di rumahnya secara mandiri," kata Yuri dalam konferensi pers yang ditayangkan di Kompas TV, Senin (16/3/2020)

Pedoman tersebut sudah diunggah di website Kementerian Kesehatan, www.kemkes.go.id

Yuri mengatakan, isolasi di rumah ini dilakukan karena pemerintah sedang gencar melakukan penelusuran orang yang positif Virus Corona.

"Sudah barang tentu tracing semakin gencar, kasus positif akan semakin banyak," ucap Yuri.

Diketahui, jumlah pasien positif terjangkit Virus Corona di Indonesia bertambah menjadi 134 kasus hingga Senin (16/3/2020) kemarin.

Angka ini bertambah 17 kasus baru dari pengumuman yang dilakukan Senin kemarin.

Kendati demikian, pemerintah belum menjadikan lockdown sebagai opsi untuk mencegah penyebaran Virus tersebut.

Presiden Jokowi telah menyebutkan bahwa yang terpenting saat ini adalah mengurangi mobilitas orang, menjaga jarak serta mengurangi kerumunan orang yang membawa risiko lebih besar penyebaran Covid-19.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved