Rabu, 15 April 2026

Ungkap Kondisi Ibunya yang Diisolasi Suspect Corona, sang Anak: Mereka Butuh Teman

Curhatan seorang anak yang menceritakan kisah ibunya menjadi pasien suspect Corona di Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi viral.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas menggunakan masker di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Senin (2/3/2020). Presiden Joko Widodo mengumumkan dua orang positif terjangkit virus Covid-19 atau virus corona, dan saat ini berada di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso, Jakarta. 

TRIBUNPAPUA.COM - Curhatan seorang anak yang menceritakan kisah ibunya menjadi pasien suspect Corona di Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi viral.

Curhatan tersebut ditulis oleh akun Twitter @pedrogondem, Minggu (15/3/2020) lalu.

Hingga Selasa (17/3/2020) sore, cuitan ini mendapat berbagai respons dari warganet.

Utas ini mendapatkan 14 ribu retweet dan disukai 34 ribu warganet di Twitter.

Kepada Tribunnews.com, @pedrogondem membenarkan curhatan yang ia tulis adalah kisah nyata yang dialami sang ibu.

Meski hasil lab dari sang ibu belum keluar, namun kondisi sang ibunda diakuinya telah sehat seperti keadaan semula.

Ia menceritakan jika masa akhir inkubasi Virus Corona ibundanya, berakhir tepat pada hari ini.

"Alhamdulillah sekarang sudah sehat seperti biasanya," ungkap @pedrogondem kepada Tribunnews.com, Senin (16/3/2020).

Seperti diketahui, sang ibunda sempat 'kabur' saat menjalani isolasi di sebuah rumah sakit.

Menurut @pedrogondem, sang ibu tidak tahan untuk sendirian berada di dalam ruang isolasi yang sempit.

Ruang isolasi itu digambarkan dalam kondisi yang gelap, panas, kotor serta minim peralatan pendukung untuk kesehatan.

Ruang Isolasi di RSU Negara, Jembrana, Bali, untuk perawatan warga dalam pengawasan Covid 19, Kamis (12/3/2020).
Ruang Isolasi di RSU Negara, Jembrana, Bali, untuk perawatan warga dalam pengawasan Covid 19, Kamis (12/3/2020). (Tribun Bali/I Made Ardhiangga)

"Ibu saya tidak tahan sendirian di ruangan, setelah di ambil sampel darah dan cairannya, tidak di apa-apain."

"Disuruh nunggu sampai waktu yg tidak ditentukan. Tidak ada tv. Tidak ada hp. Tidak ada teman," tulis dia.

@pedrogondem mengaku, kondisi tersebut membuat penyakit darah tinggi yang diderita sebelumnya kambuh hingga tak nafsu makan.

Melalui curhatannya itu @pedrogondem mengatakan jika pasien suspect Corona membutuhkan 'teman' selama pemantauan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved